BREAKING NEWS
Pemerintahan

Pemerintahan

pemerintahan/block-3

Politik

politik/block-1

Hukum

Hukum/block-3

Pendidikan

Pendidikan/block-6

Berita Pilihan

pemerintahan/block-3

Peristiwa

pemerintahan/block-2

Berita HOT

pemerintahan/block-3

Latest Sport News

Yourlabel/block-4

Latest Articles

Peringatan Isra Mikraj, Polda Banten Teguhkan Keimanan dan Ketakwaan Personel

Polda Banten Menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Di Aula Gawekuta Baluarti Polda Banten, Kamis, (22/01/2026).

Serang - Polda Banten menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang mengusung tema "Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW memperteguh keimanan dan ketakwaan personel Polri untuk masyarakat dalam aksi kemanusiaan dan kepedulian sosial". Kegiatan tersebut bertempat di Aula Gawekuta Baluarti Polda Banten pada Kamis (22/01). 


Kegiatan ini dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Penceramah Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, Wakapolda Banten Brigjen Pol Dr. Hendra Wirawan, Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar K.H. Embay Mulya Syarif, Pejabat Utama Polda Banten, Kabintal Korem Kapten Inf Supriyanto, Kordinator Kejati Banten Arief Wibowo, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten Dr. H. Amrulloh, serta Para Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren dan Tokoh Agama. 


Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tilawah yang dilantunkan oleh Briptu Muhammad Ridho dan Bripda Sintha, kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim.


Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan peristiwa agung yang sarat dengan nilai keimanan dan keteladanan bagi kehidupan umat Islam, termasuk bagi insan Bhayangkara. “Isra Mikraj adalah peristiwa agung bagi kehidupan umat Islam. Dalam peristiwa Isra, Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, sedangkan dalam peristiwa Mikraj, beliau dinaikkan ke tempat tertinggi, Sidhratul Muntaha,” ujarnya.


Lebih lanjut, Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa Isra Mikraj mengajarkan keseimbangan antara hubungan sosial antar sesama manusia dan hubungan spiritual dengan Allah SWT sebagai fondasi utama pembentukan karakter personel Polri. “Isra Mikraj mengajarkan pentingnya membangun hubungan sosial yang baik sebagai jalan meraih ridho Allah SWT, sementara Mikraj menegaskan bahwa hubungan manusia dengan Allah SWT adalah landasan utama dalam membentuk karakter sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” jelasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Das’ad Latif menjelaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan peristiwa spiritual penuh makna. “Sebagaimana disampaikan bapak Kapolda Banten, peristiwa Isra Mikraj terjadi pada masa sulit Nabi Muhammad SAW setelah wafatnya istri dan paman beliau. Melalui Malaikat Jibril, Allah SWT mengundang Rasulullah untuk melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha sebagai penguat di tengah kesedihan. Perjalanan ke Masjidil Aqsa merupakan kehendak Allah SWT untuk memperlihatkan sebagian kebesaran-Nya dan memberi pelajaran bagi umat manusia,” jelas Ustadz Das’ad.


Di sela-sela ceramahnya, Ustadz Das’ad Latif mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak turut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks. “Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks. Masyarakat diharapkan selalu melakukan penyaringan dan pengecekan terhadap setiap informasi yang diterima, sehingga kebenaran dapat dipastikan dan persatuan serta kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat tetap terjaga,” ujar Ustadz Das’ad Latif. 


Kapolda Banten mengajak seluruh personel Polda Banten untuk menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai sarana penguatan iman dan takwa. “Saya mengajak seluruh personel Polda Banten menjadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai penguatan iman dan takwa, yang menjadi landasan moral dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas,” ungkap Irjen Pol Hengki. 


Menutup sambutan, Kapolda Banten mengingatkan pesan Rasulullah SAW kepada Personel tentang pentingnya memberikan manfaat bagi sesama. “Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, kehadiran Polri di tengah masyarakat harus memberikan manfaat nyata melalui pelayanan yang adil, humanis, dan penuh keikhlasan,” tutupnya (Bidhumas).


(Adv).

Hadiri Haul Ke-345 Raden Aria Wangsakara, Gubernur Andra Soni Tegaskan Komitmen Lanjutkan Perjuangan Leluhur Melalui Pembangunan

Haul Ke-345 Pahlawan Nasional Pendiri Tangerang Raden Aria Wangkasara, Di Taman Makam Pahlawan Nasional, Desa Lengkong, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/01/2026).

Gubernur Banten Andra Soni, menghadiri peringatan Haul ke-345 Pahlawan Nasional sekaligus Pendiri Tangerang, Raden Aria Wangsakara. Acara tersebut berlangsung di Taman Makam Pahlawan Nasional Desa Lengkong, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (21/1/2026) malam.


​Dalam momentum tersebut, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya menghargai jasa para leluhur dan pejuang sebagai fondasi utama pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.


​"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para leluhurnya. Haul Raden Aria Wangsakara ini merupakan upaya kita bersama untuk terus mengingat dan meneladani jejak perjuangan beliau," ujar Andra Soni.


​Gubernur memaparkan bahwa Raden Aria Wangsakara memiliki jasa besar, baik dalam perjuangan melawan kolonialisme maupun dalam penyebaran agama Islam di wilayah Banten Timur. Pengakuan negara melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional menjadi bukti nyata besarnya kontribusi beliau. Oleh karena itu, mengenang dan melanjutkan cita-cita perjuangannya menjadi sebuah keharusan bagi generasi penerus.


​Sebagai bentuk penghormatan nyata, Gubernur Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk mengimplementasikan semangat perjuangan tersebut melalui kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.


​"Saat ini, Pemprov Banten terus memacu pembangunan infrastruktur perdesaan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau yang disingkat 'Bang Andra'," jelasnya.


​Selain infrastruktur, Pemprov Banten juga menggulirkan program prioritas di sektor pendidikan, yakni sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta. Menurut Andra, program-program ini dirancang semata-mata untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sesuai dengan cita-cita para leluhur.


​"Ini adalah ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai cita-cita leluhur, salah satunya Raden Aria Wangsakara," tegas Andra.


​Senada dengan Gubernur, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani kepemimpinan Raden Aria Wangsakara yang dikenal sebagai ulama besar dan pemimpin yang diakui tidak hanya di Banten, tetapi juga di tingkat nasional.


​Maesyal mengungkapkan bahwa kompleks makam Raden Aria Wangsakara telah menjadi pusat wisata religi dan kajian keislaman yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen melakukan pembenahan di area Taman Makam Pahlawan tersebut.


​"Makam beliau adalah tempat berziarah. Kami berkomitmen untuk terus membenahi area ini agar semakin nyaman bagi masyarakat," tutur Maesyal.


​Sementara itu, Ketua Yayasan Raden Aria Wangsakara, Sirojudin Ruyani, menjelaskan bahwa Haul ke-345 ini merupakan wujud penghargaan atas triperan Raden Aria Wangsakara, yakni sebagai Pahlawan Nasional, ulama penyebar Islam, dan pendiri Tangerang.


(Adv).

Benahi Tata Kelola dan Cegah Kerusakan Lingkungan, Pemprov Banten Berlakukan Moratorium Izin Pertambangan

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Menegaskan Kebijakan Moratorium Besifat Sementara (Temporary), Dan Merupakan Bentuk Penundaan (Postpone), Hingga Tata Kelola Pertambangan Dibenahi Secara Menyeluruh.


​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara resmi memutuskan untuk memberlakukan moratorium atau penundaan sementara perizinan pertambangan di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah penataan ulang dan perbaikan tata kelola usaha pertambangan yang lebih komprehensif.


​Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, pada Selasa (20/1/2026).


​Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa kebijakan moratorium ini bersifat sementara (temporary) dan merupakan bentuk penundaan (postpone) hingga tata kelola pertambangan dibenahi secara menyeluruh.


​"Hari ini diputuskan bahwa perizinan tambang dimoratorium. Sifatnya postpone atau temporer," ujar Dimyati.


​Fokus Pembenahan Menyeluruh


​Dimyati menjelaskan, terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjadi fokus pembenahan, meliputi aspek tata kelola pemerintahan, hukum, lingkungan hidup, sosial kemasyarakatan, ketenagakerjaan, hingga transportasi dan angkutan hasil tambang.


​Langkah ini, menurut Wagub, merupakan upaya preventif untuk mencegah meluasnya kerusakan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana alam dan merugikan masyarakat. Pemprov Banten berkomitmen untuk tidak sekadar bertindak secara reaktif setelah bencana terjadi.


​"Kami belajar dari kejadian bencana di daerah lain yang menelan banyak korban. Hal inilah yang sedang diantisipasi dan dilakukan mitigasinya oleh Pemprov Banten saat ini," tegasnya.


​Dialog dengan Pelaku Usaha dan Penerapan GMP


​Sebagai tindak lanjut, Pemprov Banten menjadwalkan pertemuan dengan 241 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), termasuk perusahaan yang izinnya diterbitkan oleh pemerintah pusat dan perusahaan tambang emas. Forum ini akan menjadi wadah dialog untuk mencari solusi terbaik bagi daerah, masyarakat, serta kepentingan nasional.


​Wagub menekankan pentingnya penerapan kaidah pertambangan yang baik atau Good Mining Practice (GMP). Hal ini mencakup kewajiban reklamasi pascatambang untuk mencegah bencana seperti longsor, banjir, dan kerusakan ekosistem lainnya.


​"Jangan sampai perusahaan hanya melakukan eksploitasi tanpa memperhatikan dampak lingkungan, tidak melakukan reklamasi, dan meninggalkan kerusakan yang merugikan masyarakat," imbuhnya.


​Pengawasan Terpadu dan Penindakan Tegas


​Guna memperkuat pengawasan, Pemprov Banten akan melakukan kunjungan kerja ke kabupaten/kota dan mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembinaan dan Pengawasan Usaha Pertambangan di tingkat kabupaten/kota. Sinergi ini diperlukan mengingat wilayah operasional tambang berada di daerah kabupaten/kota.


​Dimyati juga memberikan peringatan keras terhadap aktivitas pertambangan ilegal (PETI) serta pihak-pihak yang melindunginya. Ia memastikan akan turun langsung ke lapangan dan menindak tegas pelanggaran yang ada, termasuk menertibkan angkutan tambang yang kerap mengganggu kenyamanan publik.


​"Saya minta oknum-oknum yang melindungi (tambang ilegal) untuk mundur. Angkutan pertambangan juga harus ditertibkan, wajib ditutup rapi, dan tidak boleh berceceran di jalan," tegas Wagub.


​Penyusunan Regulasi Daerah


​Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Faraddy, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ini. Pihaknya tengah menyusun rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pengelolaan pertambangan sebagai payung hukum teknis.


​"Alhamdulillah, DPRD Banten juga menaruh perhatian besar terhadap sumber daya alam dan berencana menyusun Peraturan Daerah (Perda). Kami akan mendukung penuh agar lingkungan Banten terjaga, sumber daya alam bermanfaat bagi pembangunan, dan masyarakat merasa aman serta nyaman," pungkas Ari.


(Adv).

Tuntaskan Penantian 20 Tahun Warga, Gubernur Andra Soni Resmikan Jalan Poros Tiga Desa Lewat Program "Bang Andra"

Gubernur Banten Andra Soni, Resmikan Jalan Penghubung Tiga Desa Di Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Senin, (19/01/2026).


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus membuktikan komitmennya dalam pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok desa. Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Gubernur Banten Andra Soni meresmikan jalan poros desa yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, pada Senin (19/1/2026).


​Pembangunan jalan sepanjang 1.300 meter dengan lebar 4 meter ini menghubungkan Desa Sindang Asih, Desa Badak Anom, dan Desa Daon. Ruas jalan ini memiliki peran vital sebagai akses utama aktivitas masyarakat menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta lahan pertanian.


​Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa rehabilitasi infrastruktur ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dasar.


​“Jalan ini kini sudah dapat digunakan melalui Program Bang Andra. Pembangunan ini tidak sekadar memperbaiki akses transportasi, tetapi juga menjaga harapan masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih layak,” ujar Andra Soni dalam sambutannya.


​Gubernur menyoroti dampak langsung pembangunan ini bagi pelajar yang sebelumnya kesulitan melintasi jalan rusak dan berlumpur.


​“Jalannya sudah bagus, anak-anak sekolah sekarang tidak perlu lagi membuka sepatu saat berangkat. Ini adalah bagian dari pelayanan pendidikan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.


​Kolaborasi dan Rencana Penanganan Irigasi


​Andra Soni menjelaskan bahwa Pemprov Banten akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota melalui pembagian kewenangan dan skala prioritas. Hal ini bertujuan untuk mendorong pemerataan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.


​Selain infrastruktur jalan, Gubernur juga memotori penanganan irigasi di wilayah tersebut guna mendukung produktivitas sekitar 500 hektare sawah yang menjadi sumber penghidupan warga.


​“Di belakang kita ini adalah sawah produktif. Insya Allah irigasinya akan ditangani melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah desa, Pemkab Tangerang, serta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) Kementerian PUPR,” tegas Gubernur.


​Realisasi Anggaran dan Target 2026


​Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan Gubernur pada September 2025. Proyek dengan anggaran sekitar Rp6,1 miliar ini telah rampung pada Desember 2025.


​“Ini adalah bagian dari Program Bang Andra yang pada tahun 2025 telah merealisasikan pembangunan 61 ruas jalan desa dan satu jembatan di berbagai wilayah Provinsi Banten,” jelas Arlan.


​Untuk APBD 2026, Pemprov Banten meningkatkan alokasi anggaran Program Bang Andra menjadi Rp164 M. Peningkatan signifikan ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat infrastruktur desa.


​“Khusus Kabupaten Tangerang, pada tahun APBD 2026 sudah teranggarkan 4 titik pembangunan jalan desa melalui program ini,” tambah Arlan.


​Apresiasi Warga


​Kepala Desa Badak Anom, Muhamad Sanwani, mengungkapkan rasa syukur mewakili masyarakat atas terealisasinya pembangunan jalan yang telah rusak selama dua dekade tersebut.


​“Kurang lebih 20 tahun jalan ini rusak dan baru sekarang dibangun. Ketika jalan sudah bagus, aktivitas masyarakat meningkat,” ungkap Sanwani.


​Ia berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah berupa Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), mengingat desa telah menyediakan lahan seluas lebih dari satu hektare untuk fasilitas pendidikan tersebut.


(Adv).

Terima Kunjungan OJK, Gubernur Andra Soni Dorong Penguatan Bank Banten dan Sinergi Literasi Keuangan

Gubernur Banten Andra Soni, Kunjungan Kerja Anggota Dewan Komisioner OJK Beserta Jajaran, Membahas Langkah Strategis Pembinaan Dan Pengawasan PT Tbk Bank Banten.


Gubernur Banten Andra Soni, menerima kunjungan kerja Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi, beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (19/1/2026).


​Pertemuan tersebut membahas langkah strategis pembinaan dan pengawasan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), serta sinergi program literasi keuangan guna mendukung percepatan ekonomi daerah.


​Gubernur Andra Soni menegaskan komitmennya agar Bank Banten terus bertumbuh menjadi entitas bisnis yang membanggakan masyarakat Banten. Ia meminta OJK untuk terus memberikan pendampingan dan pengawasan yang ketat namun konstruktif.


​"Saat ini Bank Banten tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan. Kami berharap OJK terus membina dan mengawal, agar ke depan Bank Banten bertransformasi dari sekadar identitas menuju produktivitas yang berkualitas," ujar Gubernur.


​Kinerja Positif Bank Banten dan Ekonomi Daerah


Kepala OJK Provinsi Banten, Adi, memaparkan bahwa indikator kesehatan Bank Banten menunjukkan tren positif. Aset bank tercatat tumbuh signifikan menjadi Rp10,022 triliun dari sebelumnya Rp7,551 triliun. Ada kenaikan 2,471 triliun atau 32.7%


​"Laba juga sudah menunjukkan angka yang bagus, yaitu Rp1,3 miliar. Ini sangat positif. Ke depan, dengan kemungkinan masuknya tiga Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota ke Bank Banten, kinerja bank diproyeksikan akan tumbuh lebih baik lagi," jelas Adi.


​Sejalan dengan penguatan perbankan, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada tahun 2025 berada pada zona positif dengan inflasi yang terjaga. Realisasi investasi Banten bahkan melampaui target, mencapai Rp130,2 triliun, dan menempatkan Banten di posisi empat besar nasional sebagai daerah tujuan investasi.


​Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dan SDM


Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni turut memaparkan sejumlah capaian program prioritas daerah. Ia menjelaskan progres program Bangun Jalan Desa Sejahtera yang pada tahun 2025 telah merealisasikan pembangunan jalan desa di 61 titik, satu unit jembatan, serta jalan lingkungan sepanjang 440 kilometer. Menurutnya, infrastruktur yang memadai akan menggerakkan perekonomian masyarakat karena banyaknya akses jalan akan membawa kehidupan baru bagi warga.


​Selain fokus pada fisik, Gubernur juga menyoroti pembangunan sumber daya manusia melalui program Sekolah Gratis yang bekerja sama dengan 801 sekolah swasta. Program ini digulirkan untuk meringankan beban biaya pendidikan keluarga penerima manfaat sehingga anggaran rumah tangga dapat dialihkan untuk kebutuhan lain. Di sisi lain, kebijakan ini turut mendorong kebangkitan sekolah swasta serta menciptakan jumlah murid yang ideal dalam satu rombongan belajar.


​Terkait dukungan terhadap program nasional, Gubernur menjelaskan implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar 3,5 juta penerima manfaat melalui 1.172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Program ini diharapkan turut menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan Koperasi Merah Putih sebagai penghubung antara pengusaha kecil dan SPPG dalam pasokan bahan baku.


​Sinergi Program Strategis dan Asta Cita


Merespons paparan Gubernur, Friderica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Banten dan menyebut pertemuan tersebut sangat produktif. Kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi literasi keuangan yang menyasar desa-desa dan pondok pesantren. Hal ini bertujuan mengakselerasi program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto agar berdampak langsung kepada masyarakat.


​"Kami berdiskusi bagaimana bersama-sama memajukan kesejahteraan masyarakat. OJK sangat bersemangat berkolaborasi untuk memberantas pinjaman ilegal melalui pemanfaatan kredit pembiayaan pemerintah serta pengembangan sistem keuangan desa," pungkas Friderica.


(Adv).

Wagub Dimyati: Jadikan Isra Mikraj Momentum Perkuat Keimanan dan Persatuan

Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Pada Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Yang Digelar Di Masjid Raya Al Bantani, Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Mengimplementasikan Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Peringatan Isra Mikraj.


Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, mengimbau agar peringatan Isra Mikraj dijadikan momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkokoh persatuan antar umat.  Hal itu dikatakan Wagub Dimyati saat menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (15/1/2026).


​Dalam sambutannya, Achmad Dimyati menyampaikan bahwa momentum Isra Mikraj merupakan sarana penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, peringatan ini juga menjadi wadah untuk memperkokoh persatuan umat sebagai fondasi dalam membangun Provinsi Banten yang lebih maju dan sejahtera.


​"Peringatan Isra Mikraj menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW," ungkap Dimyati.


​Lebih lanjut, Dimyati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj sebagai semangat (spirit) dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


​Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga memberikan pesan khusus kepada masyarakat Provinsi Banten, khususnya umat muslim, agar senantiasa menjaga ibadah salat.


​"Saya berpesan, jangan tinggalkan salat dan jadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah," pungkasnya.


​Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Al Bantani ini dihadiri oleh para pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, masyarakat sekitar KP3B, alim ulama, serta para santri dari wilayah Kota Serang dan sekitarnya.


​Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Dr. K.H. Wawan Wahyudin. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan Provinsi Banten.


(Adv).

Perkuat Kerukunan dan Pembinaan Umat, Gubernur Andra Soni Terima Audiensi PHDI dan LPDG Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Berdiskusi Dengan Audensi Dari Pengurus Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG), Dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni, menerima audiensi Pengurus Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Banten. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, pada Selasa (13/1/2026).


​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Gubernur Andra Soni menyambut baik silaturahmi yang dilakukan oleh para tokoh umat Hindu di Provinsi Banten. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membina umat.


​“Alhamdulillah, hari ini saya menerima kunjungan silaturahmi dari saudara-saudara kita yang mewakili umat Hindu di Provinsi Banten, yakni Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Banten,” ungkap Gubernur Andra Soni.


​Gubernur menjelaskan bahwa LPDG memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mengkaji kitab suci Weda. Ia menilai, kegiatan rutin yang dilaksanakan LPDG, baik di tingkat provinsi maupun nasional, perlu mendapatkan dukungan melalui koordinasi dan kolaborasi yang baik.


​“Tadi disampaikan mengenai program tahunan yang diselenggarakan LPDG, salah satunya adalah Utsawa Dharma Gita (UDG). Kita akan terus berkoordinasi, karena kolaborasi dan koordinasi itu penting untuk kesuksesan pembinaan umat,” tambahnya.


​Pada kesempatan yang sama, Ketua PHDI Provinsi Banten, Ida Bagus Alit Wiratmaja, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, khususnya terkait pembangunan infrastruktur. Ia secara khusus menyoroti dampak positif dari program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).


​“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Andra Soni. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra ini sangat bermanfaat dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas,” ujar Ida Bagus.


​Sementara itu, Ketua LPDG Provinsi Banten, Gusti Made Subanie, menjelaskan bahwa kunjungan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan jajaran pengurus baru. Ia melaporkan capaian prestasi LPDG Provinsi Banten yang berhasil menembus peringkat 10 besar pada pelaksanaan UDG tingkat nasional sebelumnya.


​“Capaian tersebut mengantarkan LPDG Provinsi Banten untuk bertanding pada kelompok utama. Kami juga menyampaikan rencana program kerja tahun 2026 dan 2027,” jelasnya.


​Gusti Made Subanie memaparkan, pada tahun 2026 pihaknya akan menyelenggarakan UDG tingkat Provinsi Banten sebagai ajang seleksi dan pembinaan. Selanjutnya, pada tahun 2027, kontingen Banten akan berpartisipasi dalam UDG tingkat nasional yang rencananya diselenggarakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah.


(Adv).