Pemerintahan
pemerintahan/block-3
| Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Melakukan Kunjungan Kerja KSP Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kota Tangerang, Dalam Rangka Peringatan Hari Anak Nasional 2026. |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusuma melaporkan pelaksanaan Program Sekolah Gratis kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman. Laporan tersebut disampaikan Dimyati dalam sambutannya pada Kunjungan Kerja KSP dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kota Tangerang, Senin (21/7/2026).
Kepada Dudung, Dimyati memaparkan kewajiban pemerintah dan orang tua kepada anak. Menurut Dimyati anak perlu mendapatkan pendidikan yang adil dan merata. Semua anak Indonesia, berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
"Maka, di Banten ini ada sekolah gratis untuk tingkat SMA, SMK dan SKh swasta," kata Dimyati.
Sementara, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman sempat berdialog dengan beberapa anak binaan LPKA. Selain berdialog dengan anak binaan LPKA Kota Tangerang, Dudung juga berdialog dengan anak-anak binaan LPKA Palembang dan Jawa Tengah. Kepada anak-anak binaan, Dudung berpesan agar memanfaatkan waktu selama masa pembinaan dengan baik.
"Belajar, bekerja keras, dan berdoa dengan sebaik-baiknya di sini. Tinggalkan kebiasaan jelek pada masa lalu. Jangan terpengaruh hal-hal yang jelek dari lingkungan," katanya.
"Kita di sini merayakan bersama-sama Hari Anak Nasional. Kalian jangan putus asa," ujarnya menambahkan.
Masa lalu, tutur Dudung, biarlah berlalu. Anak-anak dilakukan pembinaan di LPKA supaya tidak terjerumus ke jurang yang makin dalam.
"Songsong masa depan dengan baik," katanya.
Sementara dalam kesempatan terpisah, Dimyati berdialog dengan Andri (16 tahun, bukan nama sebenarnya), anak binaan asal Kabupaten Tangerang. Andri merupakan pelaku tindak kekerasan terhadap sesamanya. Kepada Andri, Wagub Dimyati berpesan agar tidak mengulangi perbuatannya setelah kembali kepada keluarga.
"Bangun masa depan. Belajar dengan baik," katanya.
Perayaan Hari Anak Nasional 2026 di LPKA Kota Tangerang dimeriahkan dengan penampilan seni anak-anak binaan. Salah satu atraksi seni angklung berkolaborasi dengan band anak-anak binaan mengiringi vokal Dudung Abdurrahman yang membawakan lagu Ayo Ngopi ciptaannya. Setelah itu, anak-anak binaan menyuguhkan lagu Jangan Menyerah dari D'Masiv.
Di lokasi, Fikri (17 tahun, bukan nama sebenarnya) mengaku senang dengan adanya perayaan Hari Anak Nasional di LPKA Kota Tangerang, terlebih karena dikunjungi banyak orang, Fikri mengaku senang karena bisa bertemu langsung dengan pejabat dan orang-orang sukses lainnya.
"Saya terinspirasi untuk maju. Dan saya akan turut atas seluruh nasihat para bapak-bapak tadi," ujarnya.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diselenggarakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dipusatkan di LPKA Kelas I Kota Tangerang juga diikuti LPKA di seluruh Indonesia secara daring. Hadir juga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dan Wakil Wali Kota Tangerang Maryono.
(Red).
Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang bersuka ria setelah 25 tahun menanti akhirnya Jembatan Piano yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat diperbaiki di era kepemimpinan Gubernur Banten Andra Soni. Jembatan itu mempunyai peranan yang sangat vital karena merupakan satu-satunya akses penghubung masyarakat Kabupaten Serang dengan Kabupaten Tangerang.
Antusiasme dan suka ria ratusan masyarakat Mekarsari itu terlihat ketika Gubernur Banten Andra Soni meninjau proses pembangunan jembatan yang baru mencapai 30 persen, Selasa (21/7/2026).
Tokoh masyarakat Desa Mekarsari Gulamudin mengatakan, Jembatan Piano kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah 25 tahun sejak pertama kali dibangun tidak kunjung diperbaiki. Padahal setiap era kepemimpinan, jembatan itu selalu dikunjungi dan dijanjikan akan diperbaiki.
"Sampai ada janji dari Pak Gubernur untuk memperbaiki pun masyarakat di sini sudah apatis. Sudah cuek aja karena terlalu sering dijanjikan. Tapi ternyata tidak. Setelah dijanjikan, ditinjau kemudian tidak lama lagi langsung diperbaiki. Ini sungguh luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Andra Soni," katanya.
Bagi Gulamudin, pembangunan jembatan itu bukan hanya sekedar pembangunan fisik yang menghubungkan aktivitas masyarakat di dua daerah. Akan tetapi lebih dari itu, ada ribuan anak-anak sekolah, ratusan petani, pegawai serta pedagang yang menggunakan jembatan ini sebagai akses utama aktivitas mereka.
"Jembatan yang lama itu sudah banyak memakan korban. Motor juga ada yang jatuh, kalau mobil seringnya nyangkut. Apalagi pas musim hujan," pungkasnya.
Dengan lebar sekitar 2,5 meter dan bentangan 55 meter, Jembatan Piano itu masih digunakan oleh masyarakat. 25 tahun lalu jembatan itu dibangun atas swadaya masyarakat sekitar sebagai akses alternatif yang dapat memangkas waktu perjalanan baik yang akan ke Serang maupun ke Tangerang.
Saat ini jembatan yang beralaskan balok kayu itu sudah banyak berlubang. Tata letaknya tidak lagi rapi dan simetris seperti pertama kali digunakan. Antara satu balok dengan balok lainnya sudah longgar, sehingga ketika kendaraan melintas terdengar bunyi gesekan antar balok kayu seperti layaknya tuts-tuts piano sehingga warga setempat memberikan penamaan jembatan 'Piano'.
"Dulunya sebelum ada jembatan ini masyarakat yang melintas menggunakan perahu," katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada dirinya, dan saat ini sedang dilakukan pembangunan yang ditargetkan bulan November 2026 nanti sudah selesai dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Kalau jembatan yang lama itu hanya sekitar 2,5 meter dan dengan kondisi seadanya bisa dilalui oleh satu mobil, di jembatan yang baru ini bisa untuk dua mobil dengan lebar 5 meter dan bentangan sampai 60 meter," ujarnya.
Andra Soni mengatakan, pembangunan jembatan ini akan meningkatkan aktivitas ekonomi serta membuka aksesibilitas masyarakat baik pendidikan, kesehatan, perekonomian maupun pertanian. "Ini menjadi bagian dari janji kami kepada masyarakat melalui program Jalan Bang Andra," imbuhnya.
Bagi Gubernur, membangun infrastruktur jalan dan jembatan itu merupakan pembangunan yang terus dilakukannya dalam rangka membangun harapan masyarakat. Harapan untuk masa depan yang lebih baik.
"Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa memberikan harapan untuk anak-anak kita di masa depan," paparnya.
(Red).
| Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah Hadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten Periode 2026-2030. |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten Periode 2026–2030 di Aula Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Sabtu (18/7/2026). Ia berharap, organisasi ini melahirkan calon pemimpin yang berakhlak dan peduli pada kepentingan umat.
"Menjadi pemuda-pemuda yang sesuai harapan, yang berakhlakul karimah dan pemuda masa depan untuk menjadi pemimpin agama, bangsa, dan negara," katanya.
Ia mengapresiasi terbentuknya kepengurusan PW Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten. Menurutnya, organisasi kepemudaan tersebut memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.
Ia juga berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta menjadi mitra pemerintah dalam menjembatani aspirasi masyarakat.
"Mudah-mudahan Pemuda Muslimin Indonesia yang dibentuk dan dilantik serta dikukuhkan oleh pengurus pusat dapat bermanfaat dan berguna untuk masyarakat Banten serta bekerja sama dengan pemerintah sebagai jembatan, sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia Usep Nukliri mengaku bangga atas terlaksananya pelantikan PW Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Banten. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat bersinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
"Keberadaan Pemuda Muslimin Indonesia di Provinsi Banten diharapkan bisa mewarnai peran serta pemuda dalam membangun Provinsi Banten," ujarnya.
Menurut Usep, Provinsi Banten memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang melahirkan banyak ulama dan tokoh agama. Oleh karena itu, Pemuda Muslimin Indonesia diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Provinsi Banten dikenal sebagai daerah para kiai dan ajengan. Kami percaya keberadaan Pemuda Muslimin Indonesia, Insya Allah, akan dibimbing menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya. (Red).
Gubernur Banten Andra Soni menghadiri penyambutan oleh tuan rumah Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal dalam Gala Dinner Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Aruna Senggigi Jl. Raya Senggigi, Kabupaten Lombok, Rabu (15/7/2026). Rapat Kerja mengusung tema Pemberdayaan UMKM Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah.
“Selamat datang di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, terima kasih kepada APPSI yang telah tunjuk Nusa Tenggara Barat,” ucapnya.
“Selamat menikmati Nusa Tenggara Barat. Selamat menikmati Pulau Lombok,” tambah Lalu Muhammad Iqbal.
Dalam kesempatan itu, Ketua APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’oed mengatakan Pulau Lombok terus berkembang. Terlebih dengan keberadaan Sirkuit Mandalika.
“Para gubernur diajak berkumpul di Nusa Tenggara Barat yang terus berkembang,” ucapnya.
‘Bulan Oktober mendatang kita kembali ke Nusa Tenggara Barat menonton Moto GP di Sirkuit Mandalika,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto apresiasi atas berkumpulnya para gubernur di Nusa Tenggara Barat.
‘Terima kasih atas inisiatif untuk mengumpulkan kepala daerah membahas isu-isu penting,” tambah Bima.
Menurutnya, para gubernur tampak akrab dan kompak. “Kepala daerah saat ini gempurannya dari berbagai penjuru arah angin. Dari target, janji politik, hingga algoritma kekinian,” ucapnya
Dari kondisi ini. Bima mengaku mengamati tipe pemimpin.dari gubernur hingga bupati/ walikota. “Tipe eksistensi, semua langkahnya ingin eksis. Tipe prestasi, selangkah dari eksistensi ingin mencetak prestasi,” ucapnya.
“Setelah berprestasi ingin mendapatkan validasi. Tipe validasi ekspose prestasi untuk validasi,” tambahnya.
Tipe inspirasi, lanjut Bima, setiap kebijakan langkah menginspirasi kepala daerah yang lain. (Red).
| Abdoel Hadifz (16) Remaja Asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pendeglang, Mendapat Sekolah Gratis Dari Program Gubernur Banten Dan Wakil Gubernur Banten. |
Mata Abdoel Hafidz (16) berkaca-kaca mendapat sekolah gratis dari program Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma. Remaja asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang itu saat ini tidak lagi takut putus sekolah. Ia ingin memeluk gubernur karena harapan atas cita-citanya masih terjaga.
“Saya ingin memeluk gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya.” Ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).
Ucapan itu keluar dari seorang anak yang dalam beberapa bulan terakhir harus menghadapi kehilangan terbesar dalam hidupnya. Sekitar 80 hari lalu, Hafidz kehilangan sang ibu setelah berjuang melawan gagal ginjal. Sejak September tahun lalu, ia hampir setiap hari mendampingi ibunya menjalani pengobatan, mulai dari RS Seruni Harfiah Lestari (SHL) Pandeglang hingga dirujuk ke RSUD Banten di Kota Serang. Di rumah sakit itu dokter menyatakan ibunya mengalami penyumbatan pembuluh darah dan gagal ginjal sehingga harus rutin menjalani cuci darah.
Sepeninggal ibunya, kehidupan Hafidz berubah. Ia kini tinggal berdua bersama adik laki-lakinya yang baru masuk kelas I SMP. Ayahnya, Yadi Sugianto, bekerja sebagai buruh harian lepas di proyek bangunan di Tangerang sehingga hanya bisa pulang dua minggu sekali, bahkan terkadang sebulan sekali.
Untuk makan sehari-hari, Hafidz dan adiknya dibantu paman serta bibinya yang tinggal di belakang rumah. Sementara kebutuhan hidup dikirim ayah melalui rekening ATM milik almarhum ibunya yang kini dipegang Hafidz. Dari rekening itulah ia mengatur kebutuhan sekolah sekaligus uang jajan adiknya.
Di balik beban yang dipikulnya, Hafidz tidak pernah kehilangan semangat untuk bersekolah. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan keluarga. Saat masih duduk di bangku SMP, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Hafidz dipercaya menjadi bendahara Pramuka karena dinilai bertanggung jawab dan disiplin. Di luar sekolah, ia juga bergabung dengan salah satu sanggar seni budaya Rampak Bedug di Pandeglang sebagai bentuk kecintaannya terhadap seni dan budaya daerah.
Semangat itulah yang membuat Hafidz tidak ingin putus sekolah. Namun, harapan itu sempat nyaris pupus ketika ia gagal diterima di SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili.
“Saya sempat bingung mau sekolah di mana,” kenangnya.
Kekhawatiran itu juga dirasakan ayahnya. Dengan penghasilan sebagai buruh bangunan, biaya sekolah swasta tentu menjadi beban yang tidak ringan. Titik terang muncul ketika seorang teman memberi tahu bahwa SMK PGRI Pandeglang mengikuti Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Informasi itu segera disampaikan Hafidz kepada ayahnya, sementara proses pendaftaran dibantu pamannya karena sang ayah masih bekerja di Tangerang.
Kini Hafidz dapat melanjutkan pendidikan di SMK PGRI Pandeglang tanpa dibebani biaya SPP. Menurutnya, keluarga hanya mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah.
“Program ini sangat membantu keluarga saya. Ayah sekarang bisa lebih fokus bekerja karena tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” katanya.
Pesan sang ayah sebelum kembali bekerja di Tangerang selalu ia ingat. Ayah berpesan agar Hafidz belajar dengan sungguh-sungguh, tidak gengsi bersekolah di mana pun, memilih teman yang baik, dan menjaga adiknya.
Saat diminta menyampaikan pesan untuk ayahnya, suara Hafidz mulai bergetar.
“Buat ayah, semangat kerjanya. Jaga kesehatan. Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki buat ayah,” ujarnya.
Cerita serupa juga dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah (15), siswa baru kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI Pandeglang. Remaja asal Desa Gunungputeri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang itu sebelumnya mendaftar ke SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili. Namun ia gagal diterima.
Hasbi tinggal bersama ibunya, Lilis Herlis, yang sehari-hari berjualan jajanan dan minuman di warung kecil. Saat hendak mendaftar ke SMK PGRI Pandeglang, ia baru mengetahui sekolah tersebut mengikuti Program Sekolah Gratis setelah melihat spanduk di depan sekolah.
“Saya baru tahu waktu mau daftar. Ternyata sekolahnya gratis, cuma bayar seragam,” ujarnya.
Menurut Hasbi, program tersebut sangat membantu keluarganya. Ibunya kini tidak lagi dibebani biaya SPP setiap bulan sehingga bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasbi sendiri mengaku uang jajannya sangat terbatas dan lebih sering menggunakan uang pemberian kakaknya untuk keperluan sekolah.
Ia juga mengetahui kakak kandungnya pernah terpaksa menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya. Pengalaman itu membuatnya memahami betapa berharganya kesempatan untuk tetap bersekolah.
Kisah Hafidz dan Hasbi hanyalah dua dari puluhan ribu cerita yang lahir dari Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Program ini membuka kesempatan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kebijakan tersebut menjadi penyelamat agar anak-anak mereka tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.
Pada Tahun Ajaran 2025-2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.
Di balik angka itu, tersimpan ribuan cerita perjuangan keluarga yang akhirnya dapat bernapas lega karena anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan. Bagi Hafidz, sekolah gratis bukan sekadar program pemerintah, melainkan harapan yang membuat mimpinya tetap hidup. (Red).
| Pelantikan Dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Provinsi Banten, Senin (13/07/2026). |
Serang - Polda Banten menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pimpinan Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) Provinsi Banten bertempat di Pendopo Gubernur Provinsi Banten pada Senin (13/07).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Banten Dr. H.R. Achmad Dimyati Natakusumah, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea Ketua Umum DPP BAMAG Nasional Dr. Japarlin Marbun, Pengurus DPP BAMAG Nasional, serta Pengurus DPW BAMAG Nasional Provinsi Banten.
Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan bahwa Polda Banten menyambut baik pelantikan kepengurusan DPW BAMAGNAS Provinsi Banten sebagai wadah yang dapat mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.
"Kami mengucapkan selamat kepada pengurus DPW BAMAGNAS Provinsi Banten yang telah dilantik. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu menjadi jembatan dalam memperkuat persatuan, menjaga toleransi, dan menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis," katanya.
Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian dengan tokoh agama dan organisasi keagamaan merupakan salah satu kunci dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
"Sinergi yang baik antara kepolisian, tokoh agama, dan organisasi keagamaan, situasi kamtibmas di wilayah Banten akan tetap aman, damai, dan kondusif. Peran para tokoh agama sangat penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah masyarakat," ujarnya.
Diakhir, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea berharap kolaborasi yang telah terjalin antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat.
"Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kita dapat bersama-sama menjaga Provinsi Banten tetap aman, damai, dan sejuk," tutupnya. (Red).
| Gunung Anak Krakatau Berstatus Level III (Siaga), Aktivitas Kawasan Wisata Pantai Anyer Dan Carita Berlangsung Normal. |
Aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita tetap berlangsung normal meski Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus Level III (Siaga). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gunung api sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan, fokus pemerintah tidak hanya pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan, terutama potensi tsunami.
“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat pasca level III status GAK,” kata Lutfi, Kamis (9/7/2026).
Menurut Lutfi, keputusan untuk melakukan evakuasi masyarakat akan bergantung pada hasil analisis dan informasi resmi mengenai potensi tsunami. Erupsi gunung tidak serta-merta menyebabkan masyarakat harus mengungsi apabila tidak terdapat indikasi tsunami.
Ia menjelaskan, apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, masyarakat di wilayah pesisir memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi. BPBD Provinsi Banten terus memperkuat koordinasi dengan PVMBG, BMKG, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta memberikan pelatihan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) agar proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat apabila diperlukan.
Lutfi mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hasil pantauannya terkait aktivitas wisata di Anyer-Cinangka berjalan normal.
Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Anggi Nuryo Saputro menjelaskan, hingga saat ini rekomendasi PVMBG masih tetap sama, yakni masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya belum berubah, masih tiga kilometer dari kawah pusat. Semua informasi resminya dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” ujar Anggi saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.
Anggi menjelaskan, berdasarkan kajian para ahli, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan kondisi menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018. Saat itu tinggi tubuh gunung mencapai sekitar 337 meter di atas permukaan laut (mdpl) sebelum terjadi longsoran, sedangkan hasil pengamatan terbaru menunjukkan tinggi Gunung Anak Krakatau sekitar 158 mdpl.
“Kalau berdasarkan kajian para ahli, potensinya berbeda dengan tahun 2018. Dulu tinggi gunung sekitar 337 mdpl, sedangkan sekarang 158 mdpl, sehingga kondisinya tidak sama. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG,” katanya.
Ia menambahkan, sepanjang pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau belum pernah ditetapkan pada Status Level IV (Awas). Bahkan saat longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau pada Desember 2018 yang memicu tsunami Selat Sunda, status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat diminta tidak menafsirkan tingkat aktivitas gunung hanya berdasarkan peristiwa masa lalu, melainkan tetap mengikuti rekomendasi resmi PVMBG dan informasi pemerintah.
Pantauan di sejumlah destinasi wisata menunjukkan aktivitas pariwisata tetap berjalan normal. Di Pantai Bandulu, Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama rombongan sekitar 30 orang dari Universitas Pancasila mengatakan memilih perjalanan wisata ke Anyer karena telah direncanakan sekitar satu bulan sebelumnya.
“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman, belum ada masalah apa-apa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Marlian (39), warga Tajur Halang, Parung, Bogor, yang datang bersama 28 anggota komunitas senam. Meski mengetahui peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, rombongannya tetap melaksanakan agenda wisata.
“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Tadi bahkan sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” katanya.
Di Pantai Pandan, Carita, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, yang saat ini menempuh pendidikan di Tangerang, juga tetap menikmati liburan bersama dua kerabatnya.
“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat masih banyak wisatawan yang berlibur ke Carita, kami tetap datang untuk menikmati liburan,” tuturnya.
Ramainya kunjungan wisatawan juga dirasakan pelaku usaha di Pantai Bandulu. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung, Maria Ulfah, mengatakan hingga siang hari tercatat sekitar 10 bus rombongan dan 15 kendaraan pribadi memasuki kawasan wisata. Pada akhir pekan, jumlah kunjungan mencapai sekitar 30 hingga 50 bus serta puluhan kendaraan pribadi.
“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga tetap berjalan seperti biasa dan sampai sekarang peningkatan status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya. (Red).