Pemerintahan
pemerintahan/block-3
| SMAN CMBBS Raih Tiga Mendali Emas Dan Satu Perak Dalam Ajang World Science, Environment And Engineering Competition (WSEEC) 2026. |
PANDEGLANG-SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) meraih tiga medali emas dan satu medali perak dalam ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026. Kompetisi tersebut digelar Universitas Pancasila, Jakarta, pada 11-14 Agustus 2026.
Empat tim riset SMAN CMBBS yang mengikuti kompetisi tersebut berhasil meraih medali pada kategori berbeda. WSEEC 2026 diikuti 256 tim yang terdiri atas 182 tim daring dan 74 tim luring dari Indonesia, Vietnam, dan Korea Selatan.
Medali emas pertama diraih Tim MATRAS (Madanian Technology for Resilient Agriculture and Sustainability) pada kategori Technology melalui penelitian berjudul "AI-Powered Solar Smart Irrigation System Utilizing Water Hyacinth Biochar".
Medali emas berikutnya diraih Tim AERION (Atmospheric Energy Recovery through Ionic-Engineered Cellulose) pada kategori Energy and Engineering melalui penelitian "Engineering Waste Cellulose into a Sustainable Humidity Energy Harvester for Circular Resource Utilization".
Tim MANIS (Madanian Inclusive Innovation Squad) juga meraih Gold Medal pada kategori Social Science melalui penelitian "MORNING (Money Learning) Storybook: A Visual-Kinesthetic Pedagogical Approach for Financial Literacy Among Deaf Children as an Implementation of SDG-4 toward Inclusive Education".
Sementara itu, Tim ATLANTIS (Algae Technology for Low-Carbon Alternative and Natural Transformation Innovation System) meraih Silver Medal pada kategori Environment melalui penelitian "Valorization of Coastal Sargassum Biomass for Bioethanol Production Via Alginate Extraction and Mixed-Acid Hydrolysis".
Kepala SMAN CMBBS Edi Supriyanto mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset.
"Prestasi ini memberikan motivasi tersendiri bagi SMAN CMBBS yang saat ini sedang memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset melalui pembentukan Riset Kolaboratif sebagai ekosistem baru di sekolah. Ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan semakin banyak inovasi yang berdampak serta mempersiapkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global," kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).
Menurut Edi, prestasi tersebut juga menjadi hasil kerja sama antara peserta didik, guru pembimbing, komite sekolah, dan warga SMAN CMBBS.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim peserta, para guru pembimbing, Komite Sekolah, serta seluruh warga SMAN CMBBS atas dedikasi, kerja keras, doa, dan dukungan yang diberikan. Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi yang luar biasa dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan budaya riset yang berkualitas," ucapnya.
Edi mengatakan capaian tersebut memperkuat komitmen SMAN CMBBS sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis riset, inovasi, dan pengembangan talenta peserta didik.
Melalui Riset Kolaboratif, sekolah mendorong peserta didik menghasilkan karya ilmiah yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing di kompetisi nasional dan internasional. (Red).
| Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni Mengajak Rombongan Relawan Dari Jepang Yang Tergabung Dalam The Global Organization Of Dreamers (GOOD!), Berkeliling Area Persawahan. |
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni bersilaturahmi dengan 20 relawan dari Jepang yang tergabung dalam The Global Organization of Dreamers (GOOD!) di Kampung Ciseke, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Kamis (20/8/2026).Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab sambil menikmati kuliner khas Banten.
Tinawati bersama para relawan menikmati makan bersama dengan tradisi bancakan menggunakan alas daun pisang. Sambil menyantap hidangan, mereka berbincang dan saling bertukar cerita serta mengenalkan budaya masing-masing.
Usai makan bersama, suasana semakin cair ketika rombongan berkeliling di area persawahan. Tinawati juga mengenalkan sejumlah kuliner tradisional Banten kepada para relawan, mulai dari rujak buah sebagai hidangan penutup hingga jajanan seperti jojorong, kelepon, arem-arem dan tahu baso.
Tinawati mengatakan, kehadiran relawan Jepang di Ciseke merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang interaksi dan pertukaran budaya.
“Saya bersama GOOD! dan Fesbuk Banten News sebagai penghubung melihat ini sebagai langkah yang baik dan luar biasa. Selain kegiatan bakti sosial dan pembangunan jembatan, ini menjadi ruang bagi masyarakat luar untuk mengenal Banten secara langsung,” ujar Tinawati.
Menurutnya, keterlibatan relawan asing menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Banten merupakan daerah yang aman dan ramah bagi wisatawan maupun masyarakat dari berbagai negara.
“Adanya warga Jepang di sini menjadi publikasi terbaik untuk menunjukkan Banten yang aman dan ramah. Mereka bertukar budaya, pengalaman dan saling mengenal,” katanya.
Tinawati juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan GOOD! serta Fesbuk Banten News yang telah mendampingi kegiatan tersebut.
“Terima kasih Koji dan teman-teman yang sudah membantu warga Ciseke. Semoga kunjungannya berkesan. Terima kasih Fesbuk Banten News yang telah mempersiapkan dan terus membersamai seluruh kegiatan yang dilakukan sejak awal,” ujarnya.
Koordinator GOOD! Jepang Koji Isoda mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat sejak hari pertama kedatangan mereka di Banten.
“Sejak kami datang, kami disambut dengan ramah oleh warga Indonesia. Kami sangat berterima kasih. Kami mendapat pengalaman berharga mengenal kehidupan pedesaan di Banten,” kata Koji.
Menurutnya, keramahan warga menjadi pengalaman yang berkesan. Para relawan juga mendapat kesempatan mencicipi berbagai makanan dan buah-buahan tradisional yang sebelumnya belum pernah mereka temui.
“Warga sangat ramah dan menawarkan berbagai makanan tradisional serta buah-buahan yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujarnya.
Direktur Fesbuk Banten News Lulu Jamaludin mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pendampingan relawan Jepang selama berada di Batukuwung.
“Sejak pertama datang, mereka sudah disambut warga. Hari ini mereka kembali mendapat sambutan dari Ibu Tinawati. Kami makan bersama dengan tradisi bancakan dan berbagi cerita,” kata Lulu.
Lulu berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat.
“Kami berkolaborasi memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Batukuwung Serang. Semoga semangat gotong royong dan kemandirian ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. (Red).
| Gubernur Banten Andra Soni, Melakukan Pengukuhan Pengurus Provinsi Karang Taruna Banten, Masa Bakti 2026-2031. |
Gubernur Banten Andra Soni mengaku ia pernah menjadi Ketua Karang Taruna tingkat RW. Itu terjadi pada 1996-1998 di RW 09 Kelurahan Tajur, Kecamatan Cileduk, Kota Tangerang, yang pada waktu itu masih Provinsi Jawa Barat.
Cerita itu ia sampaikan saat melakukan pengukuhan Pengurus Provinsi Karang Taruna Banten masa bakti 2026-2031 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang. Kamis (20/8/2026). Ia bersyukur, pengukuhan ini mengingatkan dirinya saat menjadi anggota dan dapat berkontribusi pada masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus Karang Taruna. Karang Taruna sebagai wadah generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan mengabdi," katanya.
Andra Soni berharap, pengukuhan Karang Taruna menjadi momentum penting untuk menghidupkan gerakan kesetiakawanan sosial di seluruh wilayah Banten. Ia mengajak Karang Taruna menjadikan nilai-nilai kepedulian, gotong royong sebagai kekuatan, dan pengabdian sebagai karakter pemuda.
"Dengan semangat tersebut, Karang Taruna diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesejahteraan sosial sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat, ujarnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) Abdul Malik Haramain mengatakan, pengukuhan ini merupakan agenda reguler. Salah satu programnya adalah untuk memastikan struktur mulai dari pusat sampai ke desa.
"Intinya, Karang Taruna harus terus bergerak untuk melakukan pemberdayaan sosial, membantu dan menjadi pendukung pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota sampai ke tingkat paling bawah di desa," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Jabo Priyono mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus. Ia berharap Karang Taruna berjuang untuk ikut mengamankan program prioritas presiden.
"Kita meminta supaya Karang Taruna bersinergi dengan pemerintah sebagai pilar sosial untuk menyukseskan program-program presiden," katanya.
Ketua Karang Taruna Banten, Yudi Wibowo, menegaskan bahwa lembaganya hadir sebagai "anak kandung" pemerintah yang berakar dari regulasi Kementerian Sosial serta Surat Keputusan (SK) Pengurus Nasional.
Menurutnya, fokus utama organisasi setelah pengukuhan ini adalah memastikan kehadiran Karang Taruna dirasakan langsung melalui sinergi nyata dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta visi-misi kepala daerah.
"Sejatinya Karang Taruna dibentuk untuk membantu pemerintah dalam bidang sosial dan kepemudaan. Kami berkomitmen setelah dikukuhkan ini untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten guna menyelesaikan berbagai target pembangunan," Kata Yudi.
Sebagai informasi, dalam acara pengukuhan juga diberikan Karang Taruna Awards dan Tokoh Peduli Karang Taruna. Penghargaan diberikan kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Herry Hermanus Horo, dan Ketua Karang Taruna Provinsi Banten masa bakti 2020–2025 Andika Hazrumy.
Penghargaan Tokoh Peduli Karang Taruna diberikan kepada Ayu Irti Batul Qolby asal Karang Taruna Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang, Achmad Syafe’i asal Karang Taruna Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Iding Gunadi asal Karang Taruna Kecamatan Pagelarang Kabupaten Pandeglang. (Red).
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Oktavianus mengapresiasi kecekatan Gubernur Banten Andra Soni terhadap kesehatan warganya. Hal itu terlihat dari capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat dan termasuk yang tertinggi secara nasional.
Tidak hanya Program CKG, capaian temuan dan penanganan tuberkulosis (TBC) di Provinsi Banten juga termasuk yang tertinggi secara nasional. TBC menjadi fokus utama penanganan kesehatan pemerintah pusat karena dampaknya sangat buruk terhadap tingkat produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
"Ini tahun kedua saya datang ke Provinsi Banten, dan ternyata progresnya begitu cepat dari tahun lalu. Maka dari itu saya sangat mengapresiasi atas kecekatan dan kepedulian Gubernur Banten Andra Soni terhadap kondisi kesehatan warganya," katanya seusai meninjau pelaksanaan Program CKG di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Kamis (20/8/2026).
Sebanyak 450 warga melakukan cek kesehatan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang yang meliputi Kecamatan Sindang Jaya, Gunung Kaler, Kresek, Sukamulya, Jayanti, Balaraja, Cikuya, Cisoka, dan Tigaraksa. Berdasarkan catatan, capaian Program CKG di Provinsi Banten sampai 19 Agustus 2026 mencapai 5.934.010 atau 100,60 persen atau masuk tiga besar capaian tertinggi nasional. Sementara untuk capaian penanganan TBC tertinggi secara nasional mencapai 62,4 persen di atas Provinsi Jawa Barat yang mencapai 57,9 persen, dengan keberhasilan pengobatan mencapai 91 persen.
Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran fisik dan status gizi, cek tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen. Selain itu, Benyamin melihat kesadaran masyarakat Banten untuk mengikuti Program CKG cukup tinggi. Pemahaman seperti ini, katanya, menjadi modal dasar yang harus terus dipelihara karena tidak semua daerah kondisinya seperti di Provinsi Banten.
"Saya dari kemarin meninjau berbagai kegiatan CKG dan penanganan TBC di Kabupaten Tangerang, ternyata memang antusiasme warganya begitu tinggi, termasuk pelayanan dari nakes-nya juga cukup baik," imbuhnya.
Dikatakan Benyamin, program prioritas Presiden Prabowo ini sebagai bentuk pencegahan yang dilakukan pemerintah agar kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga. Sebagaimana diketahui, saat ini kasus cuci darah, stroke, dan jantung yang begitu tinggi. Hal itu salah satu penyebabnya adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.
"Dengan mengikuti CKG, masyarakat yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes bisa langsung ditangani dan diberikan obat, untuk kemudian bisa melakukan pengobatan ke Puskesmas terdekat, jika perlu tindakan lebih lanjut akan ditangani di rumah sakit. Di Banten ini rumah sakitnya sudah bagus-bagus, lengkap, serta gratis," ujarnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, dirinya bersama seluruh Bupati dan Wali Kota selalu terus mengajak masyarakat Banten untuk melakukan Program CKG. Pasalnya, ia meyakini dengan cek kesehatan standar harapan hidup masyarakat bisa meningkat, salah satunya melalui pengetahuan terhadap kondisi kesehatannya.
"Alhamdulillah, Provinsi Banten sudah melampaui target nasional untuk capaian CKG, yakni mendekati 6 juta warga. Meski demikian, kami akan terus bekerja keras karena kami ingin lebih dari 50 persen warga Banten mengikuti CKG," jelasnya.
Menurut Andra Soni, paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit, tetapi lebih menekankan pada promotif dan preventif. Yaitu menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit.
"Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama," katanya. (Red).
| Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Menghadiri Pesta Rakyat Yang Digelar Polres Serang Dalam Rangka Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Indonesia. |
SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menghadiri pesta rakyat yang digelar Polres Serang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Kamis (20/08).
Kehadiran Kapolda Banten di tengah ribuan masyarakat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan kedekatan Polri dengan masyarakat. Warga dari 12 desa di Kecamatan Kragilan turut memeriahkan berbagai perlombaan tradisional, mulai dari balap karung, tarik tambang hingga panjat pinang.
Bagi Irjen Pol Hengki, kegiatan tersebut memiliki makna tersendiri. Kecamatan Kragilan bukanlah wilayah yang asing baginya. Saat masih menjabat sebagai Kapolsek Kragilan pada 2006, Hengki pernah bersilaturahmi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Undar Andir.
“Ketika saya hadir di sini, saya mengenang masa lalu. Saya pernah bersilaturahmi dengan masyarakat Undar Andir ketika menjabat sebagai Kapolsek Kragilan pada tahun 2006,” ujar Hengki.
Menurutnya, pertemuan kembali dengan masyarakat setelah bertahun-tahun menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat hubungan emosional antara Polri dan warga.
“Saya tidak asing dengan masyarakat Kecamatan Kragilan. Karena itu, kehadiran saya di sini juga menjadi kesempatan untuk kembali bersilaturahmi dan bertemu dengan masyarakat,” katanya.
Hengki menegaskan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan membangun hubungan sosial dan kebersamaan bersama warga.
“Pesta rakyat ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini bisa mempererat silaturahmi serta memperkuat persatuan dan kesatuan antarwarga,” tuturnya.
Suasana semakin meriah saat perlombaan panjat pinang dimulai. Tiga batang pinang disiapkan dengan berbagai hadiah di bagian puncaknya. Para peserta tampak bekerja sama dan saling membantu untuk mencapai puncak.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi masyarakat, Kapolda Banten memberikan bonus uang sebesar Rp2 juta kepada masing-masing tim pemenang dari tiga batang pinang tersebut.
Hengki berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan sederhana seperti pesta rakyat dapat terus dipelihara, sehingga hubungan antara Polri dan masyarakat semakin dekat dan harmonis.
“Semangat kebersamaan dan persatuan seperti ini harus terus kita jaga. Polri hadir bersama masyarakat, karena keamanan dan persatuan merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Bidhumas)
(Red).
| Wakil Gubernur Banten, A. Dimyati Natakusumah Hadiri Pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Banten II, Yang Digelar Di GOR Karang Kitri, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu, (15/08/2026). |
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengajak generasi muda melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. Menurutnya, selain menjadi seni bela diri dan cabang olahraga, pencak silat juga memiliki banyak manfaat dalam membentuk karakter dan kedisiplinan.
"Silat harus terus diwariskan," kata Dimyati Natakusuma dalam sambutannya pada pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, di GOR Karang Kitri, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026).
Dimyati mengatakan, pencak silat merupakan seni bela diri dan cabang olahraga dari Indonesia. Mempelajari silat membawa manfaat termasuk membentuk keberanian.
Bagi yang mempelajari, pencak silat tentu melatih kedisiplinan.Orang yang mempelajari silat penuh disiplin dan teratur.
"Bisa memanfaatkan waktu, sehingga berdaya guna," ungkap Dimyati.
Selanjutnya, silat itu membangun karakter yang baik. Membentuk karakter yang sopan, santun dan berakhlakul karimah.
"Membangun kecerdasan emosional yang bagus," tuturnya.
Silat juga membangun keimanan dan ketakwaan seseorang. Silat sangat berhubungan dengan tingkat religiusitas. Salah satunya, ketika akan melaksanakan latihan, seorang atlet mengawalinya dengan berdoa.
"Hati menjadi dekat dengan Allah," ungkapnya.
Silat jiga membangun keberanian pada diri seseorang. Bekal ini tentunya digunakan untuk melakukan kebaikan bukan kejahatan.
"Yang bisa silat memiliki keberanian untuk membela yang benar atau amar makruf nahi mungkar," katanya.
Selanjutnya, menurut Dimyati, silat membangun kesabaran, kekeluargaan dan keikhlasan. Latihan silat membentuk kejiwaan seseorang untuk membangun kesabaran dan keikhlasan.
"Silat menumbuhkan kesabaran, sikap saling menolong alias kekeluargaan dan menumbuhkan hati yang ikhlas," paparnya.
Oleh sebab itu Dimyati berharap, olahraga pencak silat semakin digemari memasyarakat. Termasuk kelompoknya generasi muda dan anak-anak.
"Semoga semakin banyak yang menyelenggarakan turnamen-turnamen pencak silat," katanya.
Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, Sri Panggung Lestari menjelaskan, kejuaraan diselenggarakan pada 15 - 16 Agustus 2026. Peserta turnamen mencapai 705 orang, terdiri dari 352 laki-laki dan 353 perempuan dan dibagi dalam tiga katagori.
Sri Panggung Lestari mengatakan, Turnamen Nyimas Banten terinspirasi oleh dua tokoh perempuan hebat dari Banten, yakni Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan. Keduanya adalah pendekar wanita yang terkenal sangat berani memimpin perlawanan terhadap penjajah Belanda.
"Turnamen pencak silat Nyimas Banten diharapkan melahirkan Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan pada masa kini," tutur Sri Panggung Lestari.
Sebagai informasi Pembukaan Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten dibuka Wakil Gubernur Dimyati Natakusuma, ditandai dengan pemukulan gong. Hadir saat itu, anggota Komisi I DPR RI Okta Komala Dewi, Staf Ahli Menko Pangan Irna Narulita Dimyati Natakusumah, Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Provinsi Banten, Ajat Sudrajat, Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, Sri Panggung Lestari dan anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tangerang, Aida Hubaedah. (Red).
Gubernur Banten Andra Soni mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kreativitas, teknologi, dan intelektualitas. Generasi muda adalah kelompok yang berpotensi membangun karya, inovasi, membuka peluang, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen membangun dengan semangat kolaborasi. Saya mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kreativitas, teknologi, dan intelektualitas,” ungkap Andra Soni pada Kirab Merah Putih 2026 dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Taman Elektrik Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Jalan Satria-Sudirman, Kota Tangerang, Minggu (16/8/2026).
Andra Soni mengajak para generasi muda membangun intelektualisme yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong. Momentum Kirab Merah Putih harus menjadi langkah awal untuk menggapai tujuan Indonesia maju dan bersatu menuju generasi emas.
“Mari kita jaga persatuan, kita perkuat gotong royong. Kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Kita bangun Banten sebagai bagian penting mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Andra Soni.
Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan apresiasi kepada Barisan Intelektual Strategi Objektif Indonesia (Bison) Indonesia yang telah menggagas Kirab Merah Putih. Ia menceritakan sepenggal sejarah Peristiwa Lengkong, yang tak jauh dari lokasi kirab. Di peristiwa itu, generasi muda turut berjuang pada awal kemerdekaan. Pada 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin para taruna (kadet) Akademi Militer Tangerang melucuti atau merebut senjata dari tentara Jepang.
Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri Aang Witarsa Rofik menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Kirab Merah Putih. Apalagi, acara hari ini digelar dengan melibatkan generasi muda seperti Gen Z dan siswa SMA-SMK.
“Kami sangat mengapresiasi setiap kegiatan yang dirangkai atribut negara bendera merah putih sebagai pemersatu dan pelecut semangat,” katanya.
Sedangkan dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, suasana kemerdekaan yang seperti ini yang dirindukan oleh masyarakat Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah, namun hasil perjuangan para pahlawan.
Sachrudin juga berpesan bahwa anak muda adalah pemimpin masa depan. Generasi muda harus berani bermimpi besar.
“Kita mengisinya dengan karya nyata, belajar, dan rasa syukur kepada Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bison Indonesia Ginka Febrianti mengatakan, Kirab Merah Putih diikuti oleh sekitar 1.000 anak muda. Mereka datang dari berbagai wilayah di Provinsi Banten.
“Generasi muda harus melakukan perjuangan dengan versi yang beda. Berkarya dan berinovasi, menjadi generasi muda yang berani bermimpi besar, berani berbeda, dan bergerak,” ucapnya
Kirab Merah Putih diawali dari Stadion Benteng. Diisi pula dengan marching band, pentas seni debus, serta tari gandrung. Juga dilakukan penyerahan bendera Merah Putih kepada masyarakat.serta deklarasi sikap kebangsaan. (Red).