BREAKING NEWS
Pemerintahan

Pemerintahan

pemerintahan/block-3

Politik

politik/block-1

Hukum

Hukum/block-3

Pendidikan

Pendidikan/block-6

Berita Pilihan

pemerintahan/block-3

Peristiwa

pemerintahan/block-2

Berita HOT

pemerintahan/block-3

Latest Sport News

Yourlabel/block-4

Latest Articles

Bantu Warga Miliki Rumah Layak, Camat Curug Kawal Penyaluran RTLH

 

Wali Kota Serang bersama Camat Curug mengunjungi rumah warga. 


SERANG – Pemerintah Kota Serang terus berupaya membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak. Atas arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi, Camat Curug Eni Sudaryani mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Aminah, warga Lingkungan Kadaraha, RT 011/RW 004, Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang. Bantuan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi rumah Aminah agar lebih aman dan nyaman untuk ditempati bersama keluarganya.

Eni Sudaryani mengatakan, program RTLH merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi rusak dan membutuhkan perbaikan. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemerintah Kota Serang dan Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut Eni, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang kondisi rumahnya sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Rumah yang rusak dan bocor saat hujan tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi keamanan penghuni.

“Kalau hujan bocor di mana-mana, tentu untuk tidur saja susah. Dengan adanya bantuan ini, Pak Wali Kota berharap Ibu Aminah dan keluarganya bisa kembali tidur dengan nyenyak dan tinggal dengan lebih nyaman,” kata Eni, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan RTLH dilakukan secara bertahap karena masih ada warga lain di Kecamatan Curug yang mengajukan bantuan serupa. Pemerintah perlu memproses pengajuan berdasarkan data yang masuk serta mempertimbangkan kondisi kerusakan rumah.

“Semua warga yang masuk dalam program RTLH akan mendapatkan bantuan. Hanya saja, pelaksanaannya harus bergiliran karena ada antrean. Data yang masuk lebih dahulu akan diproses terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan kondisi rumah, terutama yang kerusakannya cukup parah,” ujarnya.

Eni berharap, bantuan yang diterima Aminah dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan keluarganya. Perbaikan rumah diharapkan membuat keluarga tersebut dapat beristirahat dengan lebih tenang dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Ia menegaskan, Kecamatan Curug akan terus mengawal pelaksanaan program pemerintah agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Serang Budi Rustandi agar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak, mendapat perhatian.

“Pak Wali Kota tidak ingin lagi ada warga yang kesusahan di bawah kepemimpinannya. Karena itu, kami di kecamatan ikut mengawal agar program bantuan pemerintah bisa dirasakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Eni juga berharap program RTLH dapat terus berlanjut sehingga warga lain yang rumahnya belum layak huni memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan perbaikan. Dengan demikian, semakin banyak keluarga yang dapat tinggal di rumah yang aman dan nyaman.

Pemerintah Kecamatan Curug turut mengimbau warga yang membutuhkan bantuan agar memastikan data pengajuan dan kondisi rumah tercatat dengan baik. Data tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses pengajuan bantuan berikutnya.

Melalui program RTLH, Pemerintah Kota Serang bersama Pemerintah Provinsi Banten diharapkan dapat terus mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki rumahnya. (ADV)

Dari Laporan hingga Rumah Diperbaiki, Eni Sudaryani Kawal Bantuan RTLH di Curug

  


 

SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Pengawalan dilakukan sejak laporan diterima hingga proses perbaikan rumah selesai, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu penerima bantuan tersebut berada di Kampung Nagreg, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.

Eni mengatakan, bantuan RTLH di Kecamatan Curug berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi Banten, APBD Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga bantuan pribadi Wali Kota Serang Budi Rustandi.

Menurutnya, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga berbeda-beda, yakni mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp20 juta. Nilai tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.

“Besarannya berbeda-beda, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, sampai Rp20 juta, tergantung kerusakan yang ada,” ujar Eni.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menindaklanjuti laporan tersebut untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang atau bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).

Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun masyarakat yang mengetahui adanya warga dengan kondisi rumah memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.

Eni menegaskan, proses pengajuan bantuan tidak selalu harus menunggu warga masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan, laporan akan ditindaklanjuti agar dapat memperoleh perhatian dan bantuan.

“Kalau memang perlu dibantu, Bapak Wali Kota akan membantu,” katanya.

Dalam menentukan penerima bantuan, kondisi rumah menjadi salah satu pertimbangan utama. Rumah yang diusulkan harus benar-benar tidak layak huni secara keseluruhan, bukan hanya mengalami kerusakan pada bagian tertentu, seperti dapur. Selain itu, rumah tersebut harus ditempati oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eni menyebut pihak kecamatan ikut mengawal prosesnya secara berkelanjutan. Pengawasan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi juga dilakukan hingga rumah penerima selesai diperbaiki.

“Caranya tentu kita kawal mulai dari pelaporan, sampai mendapatkan bantuan, kemudian ketika rumahnya diperbaiki juga tetap kita kawal,” ungkapnya.

Terkait jumlah keseluruhan penerima bantuan RTLH sepanjang 2026, Eni belum merinci angka pasti. Namun, ia menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sejumlah kelurahan di Kecamatan Curug, di antaranya Curug Manis, Cipete, Curug, Cilaku, Pancalaksana, Kamanisan, Sukawana, dan Sukalaksana.

Eni mengakui, masih dimungkinkan terdapat rumah warga yang membutuhkan perbaikan tetapi belum tersentuh bantuan. Karena itu, peran masyarakat, RT, dan RW sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan.

“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan masyarakat, RT, dan RW untuk memberikan laporan apabila ada warga yang rumahnya memang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Eni menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi atas perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, dukungan dari berbagai sumber sangat berarti bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Dari mana pun sumber bantuannya, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang yang sudah sangat memperhatikan kebutuhan warganya, sehingga mereka bisa tersenyum bahagia,” ujarnya. *

 


SERANG – Camat Curug, Eni Sudaryani, mengawal penyaluran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan. Pengawalan dilakukan sejak laporan diterima hingga proses perbaikan rumah selesai, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat.

Salah satu penerima bantuan tersebut berada di Kampung Nagreg, Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (23/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memperbaiki kondisi rumah agar menjadi lebih layak dan aman untuk ditempati.

Eni mengatakan, bantuan RTLH di Kecamatan Curug berasal dari berbagai sumber, mulai dari APBD Provinsi Banten, APBD Kota Serang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga bantuan pribadi Wali Kota Serang Budi Rustandi.

Menurutnya, besaran bantuan yang diterima setiap keluarga berbeda-beda, yakni mulai dari Rp5 juta, Rp10 juta, hingga Rp20 juta. Nilai tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.

“Besarannya berbeda-beda, ada yang Rp5 juta, Rp10 juta, sampai Rp20 juta, tergantung kerusakan yang ada,” ujar Eni.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat. Pemerintah kecamatan bersama kelurahan menindaklanjuti laporan tersebut untuk disampaikan kepada Wali Kota Serang atau bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).

Laporan dapat disampaikan melalui ketua RT, RW, maupun masyarakat yang mengetahui adanya warga dengan kondisi rumah memprihatinkan dan membutuhkan bantuan.

Eni menegaskan, proses pengajuan bantuan tidak selalu harus menunggu warga masuk dalam daftar usulan sebelumnya. Apabila ditemukan warga yang benar-benar membutuhkan, laporan akan ditindaklanjuti agar dapat memperoleh perhatian dan bantuan.

“Kalau memang perlu dibantu, Bapak Wali Kota akan membantu,” katanya.

Dalam menentukan penerima bantuan, kondisi rumah menjadi salah satu pertimbangan utama. Rumah yang diusulkan harus benar-benar tidak layak huni secara keseluruhan, bukan hanya mengalami kerusakan pada bagian tertentu, seperti dapur. Selain itu, rumah tersebut harus ditempati oleh warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Eni menyebut pihak kecamatan ikut mengawal prosesnya secara berkelanjutan. Pengawasan tidak berhenti ketika bantuan diberikan, tetapi juga dilakukan hingga rumah penerima selesai diperbaiki.

“Caranya tentu kita kawal mulai dari pelaporan, sampai mendapatkan bantuan, kemudian ketika rumahnya diperbaiki juga tetap kita kawal,” ungkapnya.

Terkait jumlah keseluruhan penerima bantuan RTLH sepanjang 2026, Eni belum merinci angka pasti. Namun, ia menyebut penyaluran bantuan telah menjangkau sejumlah kelurahan di Kecamatan Curug, di antaranya Curug Manis, Cipete, Curug, Cilaku, Pancalaksana, Kamanisan, Sukawana, dan Sukalaksana.

Eni mengakui, masih dimungkinkan terdapat rumah warga yang membutuhkan perbaikan tetapi belum tersentuh bantuan. Karena itu, peran masyarakat, RT, dan RW sangat diperlukan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan.

“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan bantuan masyarakat, RT, dan RW untuk memberikan laporan apabila ada warga yang rumahnya memang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Eni menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Serang Budi Rustandi atas perhatian terhadap warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah. Menurutnya, dukungan dari berbagai sumber sangat berarti bagi keluarga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Dari mana pun sumber bantuannya, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang yang sudah sangat memperhatikan kebutuhan warganya, sehingga mereka bisa tersenyum bahagia,” ujarnya. *

Bukan Sekadar Transportasi Ramah Lingkungan, 200 Becak Listrik Disiapkan untuk Dongkrak Ekonomi Warga Serang

 

Wali Kota Serang Budi Rustandi. 


KOTA SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus berupaya meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal melalui modernisasi transportasi yang inklusif.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pelaksanaan pelatihan teknis bagi 200 calon pengemudi becak listrik pada Senin 26 Oktober 2026 di Kantor Kelurahan Banjarsari Cipocok Jaya Kota Serang. 

Kegiatan peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan operasional armada sekaligus memberikan edukasi terkait kelistrikan dasar kepada para penerima manfaat.

Kata Budi, bantuan armada ramah lingkungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat derajat ekonomi masyarakat kecil.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyampaikan apresiasinya atas intervensi strategis dari Presiden Prabowo Subianto.

Dijelaskan Budi, program bantuan ini dirancang secara khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mencari nafkah sehari-hari.

"Ini adalah program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menyejahterakan rakyatnya," ujar Wali Kota Budi Rustandi.

"Semoga armada ini bisa bermanfaat dan mampu menaikkan taraf ekonomi warga yang selama ini berprofesi sebagai pengemudi becak," tambahnya.

Guna memastikan bantuan strategis ini tepat sasaran dan berkesinambungan, Pemkot Serang, lanjut Budi akan memberikan pembinaan khusus kepada para peserta.

Selain itu, kata Budi, seluruh penerima manfaat diarahkan untuk menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam merawat dan tidak memindahtangankan unit armada kepada pihak lain.

Wali Kota Budi Rustandi juga memastikan pemerintah akan terus mengawal jalannya program ini hingga ke tahap implementasi di lapangan.

"Nanti ketika tahapan pelatihan dan verifikasi ini selesai, saya akan datang langsung untuk menyerahkan unitnya kepada masyarakat penerima manfaat," tegasnya.

Dikatakan Budi Rustandi rencananya, operasional 200 unit kendaraan bertenaga baterai ini akan dipusatkan di berbagai kawasan wisata strategis dan kompleks perumahan di Kota Serang.

Kehadiran armada modern ini diharapkan mampu menggantikan beban tenaga kayuh manual, sehingga warga dapat bekerja jauh lebih efisien tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.

Langkah inovatif ini sejalan dengan program prioritas Pemkot Serang dalam mewujudkan transisi energi ramah lingkungan di sektor transportasi publik perkotaan.

Inovasi teknologi hijau ini dinilai sebagai solusi strategis yang mampu menekan angka emisi gas buang daerah, tanpa harus mengorbankan budaya transportasi lokal yang telah menjadi ciri khas masyarakat.

DLH Kota Serang Gencarkan Rabu Bersih, Ajak Warga Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

 

DLH Kota Serang Laksanakan Kegiatan Rabu Bersih, Dipimpin Langsung Kepala Dinas Farach Richi. 

SERANG — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang terus menggencarkan upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan Rabu Bersih. Program ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus mencegah pencemaran Sungai Cibanten.

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan pembersihan rutin. Perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam mengelola sampah dari rumah, menjadi kunci untuk menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Menurut Farach, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan DLH, kualitas air Sungai Cibanten masih berada dalam batas parameter yang diuji. Meski demikian, air sungai tersebut belum layak untuk dikonsumsi secara langsung.

"Parameter yang digunakan sejauh ini masih dalam batas wajar dan bisa digunakan oleh masyarakat, tapi jangan diminum," katanya pada 28 Juli 2026 lalu. 

Pemantauan kualitas air dilakukan secara rutin setiap bulan di tiga titik, yakni wilayah Gelam, Kidemang, dan Angsana. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengetahui kondisi lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi pencemaran.

Farach menjelaskan, salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah sampah rumah tangga yang berpotensi mencemari aliran sungai. Karena itu, DLH terus mendorong edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

Melalui kegiatan Rabu Bersih, DLH mengajak masyarakat untuk terlibat langsung menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kawasan di sepanjang aliran sungai. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.

"Perubahan perilaku masyarakat dapat dimulai dari tindakan-tindakan kecil di lingkungan sekitar. Kami mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah, tertib membayar iuran sampah, serta bersama-sama menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kebersihan Kota Serang," ujarnya.

Selain mengandalkan edukasi, Pemerintah Kota Serang juga menyiapkan langkah untuk memperbaiki sistem pelayanan pengangkutan sampah, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar sempadan sungai.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah penerapan retribusi pelayanan sampah bagi rumah tangga di kawasan tersebut. Skema ini diharapkan dapat membuat pengangkutan sampah lebih terorganisasi sekaligus mengurangi kebiasaan membuang sampah langsung ke sungai.

"Pemerintah berencana menarik retribusi pelayanan sampah di rumah-rumah yang berada di dekat sempadan sungai. Langkah ini diambil agar pengangkutan sampah menjadi lebih terorganisasi, sekaligus mencegah warga membuang sampah langsung ke sungai," jelasnya.

Di sisi lain, DLH Kota Serang juga menaruh perhatian terhadap kualitas udara. Berdasarkan data yang disampaikan Farach, indeks kualitas udara Kota Serang berada di angka 91 atau masih dalam kategori sedang.

"Kualitas udara di Kota Serang masih dalam kondisi sedang. Nilai indeksnya masih di bawah 100, atau sekitar 91 dan tidak pernah di atas 100. Artinya masih terjaga di tengah musim kemarau ini," katanya.

Ia menyebut kondisi cuaca, termasuk musim kemarau dan fenomena El Nino, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pemantauan kualitas udara. Meski indeks masih berada pada kategori sedang, masyarakat tetap diminta menghindari aktivitas yang dapat menambah pencemaran.

Salah satu kebiasaan yang menjadi perhatian adalah membakar sampah rumah tangga. Selain menghasilkan asap, pembakaran sampah dapat melepaskan polutan yang berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

"Yang masih banyak dilakukan masyarakat adalah membakar sampah. Ini yang kami harapkan bisa dihentikan karena berdampak langsung terhadap kualitas udara," tegasnya.

Farach juga mengingatkan pentingnya mencegah penumpukan sampah. Sampah yang menumpuk dan membusuk dapat menghasilkan gas, termasuk metana, yang turut menjadi perhatian dalam pengelolaan lingkungan.

"Dengan adanya tumpukan sampah akan timbul penguapan dan menghasilkan gas metana. Karena itu masyarakat minimal mulai memilah sampah dari rumah," tandasnya.

Ia berharap kegiatan Rabu Bersih dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dengan membiasakan memilah sampah, tidak membakar sampah sembarangan, serta menggunakan layanan pengangkutan sampah secara tertib, warga diharapkan ikut menjaga Sungai Cibanten dan kualitas udara Kota Serang. (ADV)

PSEL Serang Raya di Cilowong Dikebut, Lahan 30 Hektare dan Armada Sampah Jadi Fokus

Matangkan Persiapan Pembangunan PSEL Serang Raya, Danantara Bersama Pemerintah Daerah Lakukan Survei Lapangan.

SERANG – Persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Serang Raya di kawasan Cilowong, Kota Serang, terus dimatangkan. Sejumlah kebutuhan utama menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari penyelesaian lahan seluas sekitar 25 hingga 30 hektare, penyiapan akses jalan, hingga penambahan armada pengangkut sampah.

Proyek yang ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada Desember 2026 tersebut membutuhkan kesiapan lintas daerah agar pembangunan dan operasional fasilitas pengolahan sampah dapat berjalan sesuai rencana.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan PSEL telah memasuki tahapan pembayaran. Setelah itu, pemerintah akan menyelesaikan administrasi pertanahan sebelum dokumen diserahkan kepada Danantara.

“Sudah, insyaallah nanti bulan ini akan ada pembayaran. Supaya kita urus sampai ke BPN, lalu penyerahan surat-surat kepada Danantara,” ujar Budi pada 7 September 2026 lalu. 

Menurutnya, kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting untuk mengejar target dimulainya pembangunan pada akhir tahun ini. Pemerintah Kota Serang berharap seluruh tahapan persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Selain lahan, kebutuhan air untuk mendukung operasional PSEL juga menjadi perhatian. Pemerintah Kota Serang mempertimbangkan Sungai Cijeruk sebagai sumber air terdekat dengan jarak sekitar tiga kilometer dari lokasi proyek di Cilowong.

Sementara itu, sumber air dari Sindangheula dinilai kurang memungkinkan karena perbedaan elevasi dengan lokasi pembangunan.

Dalam pembagian tanggung jawab persiapan, Pemerintah Kota Cilegon dan Pemerintah Kabupaten Serang bertugas mendukung pematangan lahan. Adapun pelebaran akses jalan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Banten sesuai arahan Danantara.

Dukungan terhadap pembangunan PSEL Serang Raya juga dilakukan Pemerintah Kabupaten Serang. Selain menyiapkan anggaran pematangan lahan, pemerintah kabupaten memprioritaskan penambahan armada pengangkut sampah untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku fasilitas tersebut.

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, Pemkab Serang telah membahas kesiapan proyek melalui rapat koordinasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) aglomerasi wilayah bersama Danantara, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan kepala daerah se-Serang Raya.

Dalam persiapan tersebut, Pemkab Serang mengalokasikan kebutuhan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk pematangan lahan.

“Tadi kita rapat koordinasi dalam rangka mempersiapkan pekerjaan PSEL yang akan diluncurkan, insyaallah di bulan Desember. Tentu kita harus menyiapkan anggaran untuk pematangan lahan sebesar Rp4 miliar,” katanya. 

Tak hanya persoalan lahan, ketersediaan armada pengangkut juga menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Kebutuhan ideal armada di Kabupaten Serang mencapai 41 unit, sedangkan ketersediaan saat ini baru sekitar 50 persen dari kebutuhan tersebut.

Untuk mengatasi kekurangan itu, Pemkab Serang merencanakan penambahan dump truck dan armroll melalui anggaran perubahan 2026. Dukungan pengadaan armada juga akan dilanjutkan pada 2027 dan 2028.

“Insyaallah di tahun ini di anggaran perubahan kita menganggarkan untuk tambahan dump truck dan armroll. Kemudian di 2027 dan 2028 kita juga tambahkan anggaran biaya yang lumayan besar, jadi ada kurang lebih Rp58 miliar yang harus kita dukung anggarannya,” paparnya.

Kesiapan armada tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan pasokan sampah untuk PSEL Serang Raya. Pemkab Serang menyatakan kesiapannya mendukung distribusi sampah sebanyak 400 ton secara rutin ketika fasilitas pengolahan tersebut mulai beroperasi.

Pemenuhan pasokan dalam jumlah besar membutuhkan sistem pengangkutan yang memadai serta koordinasi antardaerah. Karena itu, penambahan armada menjadi bagian penting agar distribusi sampah tidak terkendala ketika PSEL mulai beroperasi.

Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan timbunan sampah di wilayah Serang Raya sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi sumber energi listrik.

Dengan target groundbreaking pada Desember 2026, penyelesaian lahan, pematangan lokasi, pelebaran akses jalan, serta pemenuhan kebutuhan armada menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan secara terkoordinasi.

Keberhasilan persiapan tersebut akan menjadi salah satu penentu agar pembangunan PSEL Serang Raya di Cilowong dapat berjalan sesuai target dan kelak memberikan manfaat bagi pengelolaan sampah di kawasan tersebut. (ADV)

Dampingi Ketua Dekranasda di Kriyanusa 2026, Camat Curug Bidik Peluang UMKM

 

 

Perwakilan Kota Serang dalam ajang Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.


SERANG – Kerajinan lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan budaya untuk menarik pembeli. Kualitas produk, inovasi desain, kemasan, dan strategi pemasaran menjadi faktor penting agar hasil karya perajin mampu bersaing sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Camat Curug, Kota Serang, Eni Sudaryani, yang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus mengembangkan produk kerajinan agar memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Eni, potensi kerajinan daerah perlu didukung dengan pengembangan produk yang mengikuti kebutuhan pasar tanpa menghilangkan ciri khas budaya lokal. Dengan begitu, kerajinan tidak hanya berfungsi sebagai produk pelestarian tradisi, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Dengan pengembangan produk yang berkelanjutan dan dukungan promosi yang tepat, kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal masyarakat, memiliki nilai tambah ekonomi, serta membuka peluang pasar baru,” ujarnya.


Eni menyampaikan hal tersebut dalam konteks pengembangan industri kerajinan dan UMKM yang menjadi salah satu sektor potensial untuk memperkuat perekonomian daerah. Ia menilai, pelaku usaha membutuhkan dukungan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Salah satu upaya memperluas wawasan mengenai peluang tersebut dilakukan melalui partisipasinya dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam kegiatan itu, Eni mendampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Serang yang juga merupakan Ibu Wali Kota Serang, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadiran tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan industri kerajinan nasional, termasuk inovasi produk, pengemasan, serta pendekatan promosi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMKM di Kecamatan Curug.

“Bagi kami, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan dunia kerajinan nasional, sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang pengembangan produk UMKM di daerah,” katanya.

Kriyanusa 2026 mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia. Tema tersebut menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam menghasilkan produk kerajinan yang mampu mengikuti perkembangan pasar, sekaligus mempertahankan kekayaan budaya Nusantara.

Ajang tersebut juga menampilkan Parade Pakaian Daerah Dekranasda yang memperlihatkan keberagaman busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menunjukkan potensi kreativitas para perajin nasional.

Bagi pelaku UMKM di Kecamatan Curug, pengembangan kerajinan membutuhkan langkah konkret, mulai dari menjaga konsistensi kualitas, memperbaiki desain dan kemasan, hingga memanfaatkan promosi yang sesuai dengan target konsumen. Upaya tersebut perlu berjalan beriringan agar produk lokal tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki daya saing dan nilai jual.

Eni menilai, sinergi pemerintah daerah, Dekranasda, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membuka peluang pengembangan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu perajin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jejaring pemasaran, serta mengenalkan produk unggulan daerah kepada konsumen di luar wilayahnya.

“Kehadiran kami bersama Ketua Dekranasda Kota Serang dalam Kriyanusa 2026 sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap para perajin di Kecamatan Curug terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas lokal. Dengan penguatan kualitas dan pemasaran, kerajinan daerah diharapkan mampu berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pada akhirnya, tantangan pengembangan kerajinan lokal bukan hanya mempertahankan tradisi, melainkan juga memastikan hasil karya perajin memiliki pasar yang berkelanjutan. Dukungan lintas sektor dan kemampuan pelaku UMKM membaca kebutuhan konsumen menjadi bagian penting untuk membuka jalan bagi produk lokal bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (ADV)

PORSADIN Curug Jadi Panggung Santri Unjuk Bakat di Bidang Agama, Olahraga, dan Seni

 


 

SERANG – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Kecamatan Curug, Kota Serang, menjadi ajang bagi para santri untuk menunjukkan bakat, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi di bidang keagamaan, olahraga, serta seni.

Kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti 28 Madrasah Diniyah di wilayah Kecamatan Curug. Selain menjadi ajang kompetisi, PORSADIN juga menjadi sarana untuk menjaring santri berbakat yang berpeluang mengikuti perlombaan di tingkat lebih tinggi.

Camat Curug, Eni Sudaryani, mengatakan PORSADIN memiliki peran penting dalam menggali kemampuan dan potensi santri dari setiap lembaga pendidikan diniyah. Melalui kegiatan ini, para santri mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat yang mereka miliki.

“Di PORSADIN ini kita bisa melihat bakat-bakat yang ada di tiap sekolah. Nantinya, anak-anak yang memiliki prestasi bisa kita bina agar dapat maju ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Eni Sudaryani.

Menurut Eni, potensi santri yang muncul dalam PORSADIN perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan berkelanjutan. Dengan begitu, prestasi yang diraih tidak berhenti pada tingkat kecamatan, tetapi dapat berkembang hingga tingkat kota dan kompetisi lainnya.

Ia mencontohkan, santri yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan dapat dipersiapkan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Sementara itu, santri yang menunjukkan bakat di bidang olahraga berpeluang mendapatkan pembinaan untuk mengikuti Pekan Olahraga Kota (Porkot).

Karena itu, ia berharap PORSADIN dapat menjadi salah satu langkah untuk menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing. Pembinaan sejak dini dinilai penting agar para santri memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati.

Selain mengejar prestasi, Eni juga berharap para peserta dapat mengambil pelajaran dari setiap perlombaan. Kompetisi yang sehat dapat menumbuhkan kedisiplinan, sportivitas, kepercayaan diri, serta semangat untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan.

Keikutsertaan 28 Madrasah Diniyah dalam PORSADIN Kecamatan Curug juga menunjukkan pentingnya peran lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung perkembangan anak. Kolaborasi antarlembaga diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi para santri untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi.

PORSADIN tidak hanya menjadi ruang untuk berkompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarsantri dan lembaga pendidikan diniyah. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat saling mengenal, belajar, dan membangun semangat kebersamaan.

Pemerintah Kecamatan Curug berharap PORSADIN terus menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda. Dengan penjaringan dan pembinaan yang berkelanjutan, para santri diharapkan mampu meraih prestasi sekaligus tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan memiliki keseimbangan antara kemampuan keagamaan, olahraga, serta seni. (ADV)