Pemerintahan
pemerintahan/block-3
| Gubernur Banten Andra Soni, Menegaskan Dukungan Pengelolaan Sampah Dengan Baik, Saat Menerima Kunjungan Praktisi Pengolahan Sampah Dari PT Solusindo Sampah Energi |
Gubernur Andra Soni menegaskan soal dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengenai pengelolaan sampah dengan baik. Salah satunya, pengelolaan dan pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan rombongan praktisi pengolahan sampah dari PT Solusindo Sampah Energi di Gedung Negara Provinsi Banten Jl Brigjen KH Syam’un No. 5, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).
“Provinsi Banten mendapatkan komitmen dari pemerintah pusat untuk PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) untuk Tangerang Raya dan Serang Raya,” ucapnya.
Menurut Andra Soni, pengembangan PSEL di Tangerang Raya mengalami penyesuaian seiring dengan meningkatnya potensi sampah. Wilayah tersebut direncanakan akan dibagi menjadi dua lokasi, termasuk Kota Tangerang Selatan.
"Karena pertimbangan ke depan, Kabupaten Tangerang juga ingin punya PSEL sendiri,” ucapnya.
Sedangkan, untuk PSEL Serang Raya akan mencakup Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Sementara itu, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang belum memiliki fasilitas PSEL.
“Provinsi Banten tidak memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir,) sampah. Pengelolaan dan pengolahan sampah ada di kabupaten dan kota karenanya bisa narik retribusi sampah,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten Wawan Gunawan menambahkan, kedatangan PT Solusindo Samah Energi utuk memaparkan pengolahan sampah menjadi energi uap.
“Perusahan itu sudah melakukan kajian di Kawasan Industri Petrokimia, Kota Cilegon,” jelasnya.
“Tinggal komitmen perusahaan dengan calon pembeli atau pemakai (offtaker) uap yang dihasilkan,” ucap Wawan menambahkan.
Sementara, Direktur Utama PT Solusindo Sampah Energi Mahathir menjelaskan, pihaknya menggunakan teknologi asal Jepang, Kanadevia, dalam pengolahan sampah menjadi energi uap. Teknologi tersebut telah diterapkan di Jepang, Uni Emirat Arab, India, dan Singapura.
“Teknologi ini tidak perlu pemilahan,” ungkapnya.
Menurutnya, teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi pengolahan sampah karena tidak memerlukan biaya tambahan untuk lahan penyimpanan. Selain itu, residu yang dihasilkan relatif kecil.
“Asap pembakaran bisa ditangkap untuk diolah menjadi gas metan atau bahan bakar dari plastik,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Head of System Innovation Section Social System Division National Institute for Environmental Studies (NIES) Profesor Minoru Fujii turut memaparkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi uap, termasuk efisiensi biaya dibandingkan gas bumi dan batu bara serta keunggulannya yang lebih ramah lingkungan. (Red).
| Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Bersama Peserta Pelantikan Ananda Bersinar. |
Jakarta - Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melantik Sobat Ananda Bersinar dari SMA/SMK/MA/SR se-DKI Jakarta sebagai upaya pencegahan narkoba di lingkungan sekolah. Program ini menjadi bagian dari penguatan peran generasi muda dalam mewujudkan Indonesia bersih narkoba.
Diketahui, pelantikan Sobat Ananda Bersinar ini diikuti lebih dari 3.717 peserta, termasuk perwakilan sekolah rakyat. Peserta tersebut terdiri dari 2.899 siswa dan 818 guru dari 833 sekolah.
Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Pol. Awang Joko Rumitro, menyampaikan bahwa program ini mengajak seluruh sekolah di DKI Jakarta untuk mengirim empat perwakilan siswa yang siap menjadi pelopor gerakan anti narkoba di sekolah.
"Para peserta yang dilantik ini disebut sebagai pionir Sobat Ananda Bersinar. Mereka diharapkan menjadi pelopor gerakan anti narkoba di lingkungan sekolah," ujar Awang, dikutip dari YouTube resmi BNN, Rabu (6/5/2026).
Awang menerangkan bahwa pembentukan Sobat Ananda Bersinar didasarkan pada sejumlah data yang dihimpun. Data tersebut menunjukkan adanya ancaman nyata penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Berdasarkan hasil deteksi cek urin tahun 2025, dari 19.381 orang, terdapat ratusan siswa yang positif narkoba. Selain itu, terdapat pula siswa yang pernah menggunakan serta menyalahgunakan alkohol, vape, dan rokok sehingga menjadi sinyal merah bagi pemerintah.
Melalui permasalahan tersebut, BNN membentuk Sobat Ananda Bersinar dengan konsep peer educator atau teman sebaya. Awang menilai siswa cenderung lebih mendengarkan nasihat dari teman sendiri sehingga para peer educator diharapkan dapat menjadi agen perubahan untuk pencegahan narkoba di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, berharap Sobat Ananda Bersinar menjadi kekuatan dalam mendukung Indonesia Emas 2045 yang terbebas dari narkoba.
"Program ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan aksi nyata dalam menjaga masa depan generasi emas Indonesia agar bersih dari penggunaan narkoba," ujar Suyudi.
Menurut Suyudi, saat ini, pendekatan hukum yang keras dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan masalah narkotika. Pemerintah perlu menggunakan pendekatan humanis melalui pendidikan dan pembinaan karakter sejak dini, salah satunya dengan Sobat Ananda Bersinar.
"Kita perlu menggunakan pendekatan humanis yang tentunya sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menempatkan permasalahan narkoba sebagai agenda utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter," ujarnya.
Suyudi berharap, selain siswa, guru juga berperan aktif dalam mengawasi lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam pencegahan dan penanggulangan narkoba sehingga membutuhkan dukungan dari masyarakat.
Selain pelantikan Sobat Ananda Bersinar 2026, BNN RI bersama BNNP DKI Jakarta dan satuan pendidikan juga menandatangani MoU sebagai komitmen memperkuat peran generasi muda dan lingkungan sekolah dalam mewujudkan Indonesia bersih narkoba. (Bidhumas)
(Red).
| Kegiatan Silaturahmi Kamtibmas Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, Digelar Di Lapanganan UH Tennis Center, Kota Serang, Senin, (04/05/2026). |
Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) merupakan fondasi utama bagi kelancaran pembangunan di Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Silaturahmi Kamtibmas yang digelar Polda Banten bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banten di Lapangan UH Tennis Center, Kota Serang, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai tamu undangan untuk membahas isu strategis terkait keamanan dan progres pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Andra Soni mengapresiasi inisiatif Kapolda Banten dalam mempererat tali silaturahmi antarinstansi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan insan pers adalah elemen vital dalam menjaga kondusivitas wilayah.
"Stabilitas Kamtibmas yang kondusif menjadi fondasi penting untuk mendorong pembangunan menuju visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi," ujar Andra.
Ia juga menyoroti peran strategis pers sebagai mitra pemerintah. Mengutip pemikiran bapak pers nasional, Raden Mas Tirto Adhi Soerjo, Andra menyebut pers sebagai alat untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan.
"Tulisan dari rekan-rekan wartawan menjadi salah satu panduan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan. Interaksi yang intens dengan pers memberikan masukan berharga bagi komunikasi pemerintah dan masyarakat," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, di antaranya Program Sekolah Gratis, Diperuntukkan bagi siswa SMA, SMK, dan SKh (Sekolah Khusus) swasta. Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), Sebuah terobosan untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
"Secara kewenangan, gubernur sebenarnya hanya menangani jalan provinsi. Namun, demi asas kebermanfaatan bagi masyarakat luas, Pemprov Banten mengambil langkah untuk ikut serta membangun jalan-jalan desa," jelas Andra Soni.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait infrastruktur bukan dianggap sebagai kritik semata, melainkan motivasi dan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dukungan dari Polda dan PWI Banten
Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, memastikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Banten saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Ia mengingatkan media untuk terus menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
"Media memiliki peran strategis dalam membangun opini publik. Kami berharap rekan-rekan pers dapat membantu menyampaikan fakta yang sebenarnya kepada masyarakat," kata Irjen Hengki.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah. "PWI Banten siap bersinergi dan mendukung penuh gerak pembangunan di Provinsi Banten," pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, serta Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan.
(Red).
| Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Hadiri Kegiatan Peringatan Buruh Internasional 2026, Yang Belangsung Di Lapangan PT. Samator, Kawasan Industri Modern, Pada Mingggu, (03/05/2026). |
Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menghadiri kegiatan Peringatan Hari Buruh Internasional Tahun 2026 bersama aliansi serikat pekerja/serikat buruh Kabupaten Serang yang digelar di Lapangan depan PT. Samator, Kawasan Industri Modern. Pada Minggu (03/05).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Banten Andra Soni, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, para Pejabat Utama Polda Banten, Kapolres Serang, perwakilan Danrem 064/MY melalui Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistianto, Ketua DPK Apindo Kabupaten Serang Agus Supriadi, Koordinator Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Kabupaten Serang, para pimpinan serikat pekerja/buruh, tokoh masyarakat, serta ratusan pekerja dan buruh.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi besar para pekerja dalam pembangunan bangsa. Ia menegaskan bahwa buruh memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peringatan Hari Buruh Internasional yang kita laksanakan hari ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi nyata para pekerja dalam menggerakkan roda pembangunan bangsa. Rekan-rekan buruh tidak hanya menjadi bagian dari proses produksi, tetapi juga merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan daya saing, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujar Kapolda Banten.
Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kebersamaan antar seluruh elemen, baik pekerja, pengusaha, maupun pemerintah, sebagai fondasi terciptanya hubungan industrial yang harmonis. “Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat kuatnya semangat solidaritas, kebersamaan, dan persatuan di antara seluruh elemen. Sinergi yang terjalin dengan baik inilah yang menjadi fondasi penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, berkeadilan, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama peringatan May Day berlangsung. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kedewasaan bersama dalam menjaga stabilitas daerah. “Kami dari Polda Banten menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyelenggarakan kegiatan ini secara tertib, aman, dan penuh rasa kekeluargaan. Situasi yang kondusif ini menunjukkan komitmen kita bersama dalam membangun Banten yang aman, damai, dan produktif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolda Banten mengingatkan bahwa tantangan global dan dinamika ketenagakerjaan ke depan membutuhkan komitmen bersama, komunikasi yang kuat, serta kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan. “Di tengah dinamika global dan perkembangan zaman yang semakin kompleks, diperlukan komitmen bersama untuk terus memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta mengedepankan semangat kolaborasi dalam setiap langkah,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh pekerja untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, serta mendorong terciptanya iklim kerja yang adil dan manusiawi. “Saya mengajak seluruh elemen buruh untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga profesionalisme, serta memperkuat etos kerja. Di sisi lain, seluruh pemangku kepentingan harus terus menciptakan iklim kerja yang sehat, adil, dan manusiawi,” tambahnya.
Selain itu, Kapolda Banten menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan mendukung aktivitas masyarakat, termasuk dunia industri dan ketenagakerjaan. “Polri akan senantiasa hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Diakhir, Kapolda Banten mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum May Day sebagai penguat persatuan dan semangat kebersamaan.
“Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Buruh Internasional Tahun 2026. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, mempererat persatuan, serta membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi kita semua,” pungkasnya. (Bidhumas).
(RED).
| Wakil Gubernur Banten A, Dimyati Natakusumah, Membuka Grand Final Duta Pariwisata Banten 2026. |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta para Duta Pariwisata Banten 2026 untuk aktif mempromosikan potensi wisata yang belum tereksplorasi sekaligus menghadapi tantangan dalam pelestarian budaya daerah. Dimyati juga mengajak para Duta Pariwisata untuk berkolaborasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Hal itu disampaikan saat membuka Grand Final Duta Pariwisata Banten 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Sabtu (2/5/2026).
“Banten ini kaya. Banyak potensi wisata yang belum tereksplorasi. Ini menjadi tantangan kita bersama untuk menggali, mengenalkan, sekaligus mempromosikannya kepada masyarakat luas,” ujar Dimyati.
Didampingi Kepala Dinas Pariwisata Ely Susiyanti, ia menegaskan bahwa peran duta pariwisata harus adaptif dengan perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan berbagai platform komunikasi.
“Para duta pariwisata harus bisa mempromosikan wisata, baik yang unggulan maupun yang belum tereksplorasi, bisa melalui media massa, media sosial, atau lewat forum-forum resmi. Jadilah duta pariwisata yang aktif dalam menyampaikan potensi daerah,” katanya.
Menurut Dimyati, langkah tersebut penting agar promosi pariwisata Banten semakin luas dan mampu menjangkau berbagai kalangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Selain promosi, tantangan lainnya adalah bagaimana menjaga dan melestarikan budaya kita. Ini harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, profesionalisme, serta penguasaan bahasa asing bagi para duta agar mampu menyampaikan informasi secara efektif.
“Manfaatkan ajang ini untuk membangun jejaring dan menambah wawasan, termasuk menggali potensi wisata yang belum banyak dikenal,” katanya.
Dimyati mengapresiasi keterlibatan putra-putri asli Banten dalam ajang tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi daerah berbasis kearifan lokal, termasuk memperkenalkan budaya dan busana khas seperti kebaya dan batik Banten.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Provinsi Banten.
Pemilihan Duta Pariwisata Banten 2026 ini diinisiasi oleh Duta Pariwisata Indonesia Yayasan Abhiyya Parama Mavendra sebagai upaya mendorong generasi muda berperan aktif dalam mengembangkan potensi wisata dan menjaga warisan budaya daerah.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Banten, Swedhi Hananta, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, grand final bukan akhir, melainkan awal bagi para peserta untuk terus bergerak mempromosikan.
"Termasuk melestarikan kekayaan budaya serta pariwisata Banten," pungkasnya.
(Adv).
| Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, Memaparkan Dukungan Langkah Strategis Yang Di Lakukan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk. |
Sekretaris Daerah (Sekda) Deden Apriandi menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung berbagai langkah strategis yang dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Hal itu disampaikan saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (28/4/2026).
Ada lima agenda utama yang dibahas dalam RUPS tersebut. Pertama, persetujuan atas laporan tahunan termasuk laporan keuangan manajemen dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris perseroan tahun buku 2025.
Lalu, penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025, penunjukkan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2026, penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dan VII Perseroan, dan terakhir penetapan remunerasi pengurus perseroan.
Menurut Deden, RUPS ini merupakan momentum penting dari agenda penguatan kelembagaan dan transformasi Bank Banten serta mengevaluasi kinerja satu tahun ke belakang. Sekaligus untuk merumuskan arah kebijakan masa depan perseroan yang lebih kokoh.
“Sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), Pemprov Banten memandang Bank Banten bukan sekadar entitas bisnis komersial, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan inklusif,” katanya.
Deden juga memastikan Bank Banten tidak hanya bertahan, tetapi berkembang sebagai instrumen penting dalam mendorong inklusi keuangan, memperkuat kapasitas fiskal daerah, serta menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Banten.
“Untuk itu, kami mengajak seluruh pemegang saham untuk bersama-sama memberikan persetujuan dan dukungan terhadap langkah-langkah strategis yang dibahas dalam RUPS tahunan ini,” katanya.
Direktur Utama (Dirut) Bank Banten Muhammad Busthami menambahkan, RUPS ini dilaksanakan dalam kondisi kinerja perseroan yang terus menunjukkan tren positif. Menurutnya, dari 2023 hingga 2025, Bank Banten berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang berkelanjutan, yang diikuti dengan perbaikan berbagai indikator keuangan serta penguatan fundamental usaha.
“Capaian ini merupakan hasil dari kerja bersama seluruh insan Bank Banten, dukungan pemegang saham, serta kepercayaan para pemangku kepentingan,” katanya.
Di sisi bisnis dan layanan pemerintah daerah, pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) hingga saat ini telah dipercayakan kepada Bank Banten oleh beberapa pemerintah daerah seperti Pemprov Banten, Pemkab Lebak, Pemkot Serang, Pemkab Pandeglang, dan Pemkab Serang. Sementara itu, untuk pemerintah lainnya, proses menuju pengelolaan RKUD terus berjalan.
“Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman serta penguatan kerja sama layanan perbankan, termasuk pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” ujarnya.
(Adv).
| Ketua Dekranasda Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Bersama Pemenang Lomba Fashion Show, Di Festival Dekra Fest 2026. |
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan Dekra Fest 2026 yang digelar oleh Dekranasda Kabupaten Tangerang. Festival ini diselenggarakan agar ada kolaborasi antara UMKM dengan berbagai sektor ekonomi kreatif.
"Acaranya berlangsung dengan sungguh luar biasa, ada pameran ekonomi kreatif juga ada launching baju batik Dekranasda Kabupaten Tangerang," kata Tinawati di Lobi Mal Ciputra Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/4/2026).
Menurut Tinawati, dalam rangka peningkatan ekonomi kreatif masyarakat Banten, Dekranasda akan melakukan kolaborasi dengan delapan Dekranasda kabupaten dan kota untuk meningkatkan produktivitas serta memperluas kegiatan UMKM.
Kabupaten Tangerang, menurutnya merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia yang menempati posisi tiga besar. Hal tersebut menjadi energi positif, khususnya bagi pengembangan Dekranasda.
Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, Dekra Fest 2026 digelar selama enam hari dengan berbagai kegiatan yang menampilkan potensi daerah mulai dari 28 April hingga 3 Mei 2026. Kegiatan tersebut meliputi lomba tarian anak sekolah, lomba desain batik, serta lomba fashion show yang diikuti perwakilan masing-masing kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah kerajinan topi bambu. Produk ini akan menjadi salah satu fokus dalam pengembangan aktivitas usaha masyarakat di Kabupaten Tangerang.
“Mudah-mudahan dengan acara selama enam hari ini memberikan kontribusi terhadap aktivitas usaha masyarakat Kabupaten Tangerang dengan memanfaatkan potensi lokal untuk kerajinan baik kerajinan baju, sepatu, dan kerajinan lainnya,” katanya.
(Adv).