Pemerintahan
pemerintahan/block-3
Polda Banten Menggelar Turnamen Tenis, Dalam Rangka Menyambut Hari Bhayangkara Ke-80, Yang Diikuti 160 Peserta.
Serang – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda Banten menggelar Turnamen Tenis Lapangan yang berlangsung di Lapangan UH Tennis Center, Jalan Miyabon, Lingkungan Cibebek, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pada Jumat (22/05). Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, serta memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, komunitas olahraga, dan seluruh elemen masyarakat di Provinsi Banten.
Kegiatan pembukaan turnamen dihadiri langsung Gubernur Banten Andra Soni, bersama Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, jajaran pejabat utama Polda Banten, unsur Forkopimda, KONI Provinsi Banten, Ketua Umum PELTI Provinsi Banten Novriadi Purwansyah, serta ratusan peserta dari berbagai instansi di wilayah Banten. Sebanyak 160 peserta turut ambil bagian dalam turnamen yang akan berlangsung mulai 22 hingga 26 Mei 2026.
Ketua Umum PELTI Provinsi Banten Novriadi Purwansyah menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Banten beserta jajaran atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. “Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan kompetisi, namun juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan sportivitas, serta membangun semangat persaudaraan dan soliditas antar instansi di wilayah Provinsi Banten,” ujarnya.
Novriadi juga menambahkan bahwa melalui kegiatan olahraga bersama seperti ini diharapkan hubungan kelembagaan dan komunikasi antar instansi semakin kuat sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat secara optimal.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam mengatakan bahwa tenis lapangan bukan sekadar olahraga, namun juga sarana membangun disiplin, sportivitas, dan kebersamaan. “Saya menilai bahwa tenis lapangan bukan hanya sekadar olahraga, namun juga menjadi sarana yang mampu menyatukan semangat disiplin, sportivitas, kebersamaan, dan soliditas antar peserta. Melalui olahraga, kita dapat membangun komunikasi yang baik serta memperkuat hubungan antar instansi,” kata Andra Soni.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Banten atas dukungannya terhadap perkembangan olahraga tenis di Provinsi Banten. “Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten yang telah memberikan dukungan besar terhadap pengembangan olahraga tenis di Provinsi Banten. Bahkan saya menilai beliau sangat layak disebut sebagai ‘Bapak Tenis Provinsi Banten’ karena kepedulian dan dedikasinya dalam memajukan olahraga tenis di daerah ini,” ungkapnya.
Di kesempatan yang sama, Kapolda Banten menegaskan bahwa turnamen tenis lapangan merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bertujuan memeriahkan hari jadi Polri, namun juga memperkuat sinergitas dan kebersamaan lintas sektor.
“Pelaksanaan turnamen tenis lapangan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan hari jadi Polri, namun juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, serta memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan seluruh elemen masyarakat di Provinsi Banten,” ujar Kapolda Banten.
Kapolda Banten juga menekankan bahwa olahraga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan semangat juang. “Olahraga tenis lapangan bukan hanya sekadar ajang kompetisi, namun juga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, sportivitas, semangat juang, dan kerja sama yang baik. Saya berharap kegiatan ini mampu memperkuat kebersamaan dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Provinsi Banten,” lanjutnya.
Melalui turnamen ini, seluruh peserta diharapkan dapat menjunjung tinggi semangat fair play serta menjadikan kompetisi sebagai sarana mempererat persaudaraan dan solidaritas antar instansi. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan sebagai wujud nyata sinergitas dalam menjaga kondusivitas wilayah Provinsi Banten. (Bidhumas).
(Red).
| Kegiatan Pembinaan Kepada Kopdarkamtibmas Yang Digelar Subdit Polmas Ditbinmas Polda Banten, Dihadiri Jajaran Ditbinmas Polda Banten, Pengurus Pokdarkamtibmas, Serta Perwakilan Elmen Masyarakat. |
Serang – Dalam upaya memperkuat keamanan swakarsa dan meningkatkan sinergitas antara Polri dengan masyarakat, Subdit Polmas Ditbinmas Polda Banten menggelar kegiatan pembinaan kepada Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) pada Selasa (19/05).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Ditbinmas Polda Banten, pengurus Pokdarkamtibmas, serta perwakilan elemen masyarakat. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polda Banten.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Ditbinmas Polda Banten menyampaikan bahwa Pokdarkamtibmas memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Pokdarkamtibmas merupakan bagian penting dari pengamanan swakarsa yang membantu Polri dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan. Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan terjalin koordinasi yang semakin kuat serta kemampuan deteksi dini terhadap potensi gangguan Kamtibmas dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Selain mempererat sinergitas, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan sosial di lingkungan masing-masing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap operasional anggota Pokdarkamtibmas di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sarana kontak secara simbolis berupa jam dinding berlogo Pokdarkamtibmas dan Polri kepada para pengurus yang hadir.
Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan Pokdarkamtibmas semakin aktif dan solid dalam membantu tugas kepolisian menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Provinsi Banten. (ADV)
Gubernur Banten Andra Soni, Hadiri Soft Opening Movenpick Resort Carita, Di Kabupaten Serang, Minggu, (17/05/2026).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa sektor pariwisata di wilayahnya terus memperlihatkan kebangkitan, khususnya di destinasi wisata pantai Anyer-Carita. Kebangkitan tersebut didukung oleh berdirinya hotel, resor, dan fasilitas pendukung baru guna menampung wisatawan.
"Pasca 2018 wisata kita sempat drop, tetapi Alhamdulillah beberapa tahun terakhir ini mulai tumbuh dan bangkit kembali,” ungkap Andra saat menghadiri soft opening Mövenpick Resort Carita di Jalan Raya Anyer-Sirih, Kabupaten Serang, Minggu (17/5/2026).
Kebangkitan pariwisata di kawasan pesisir barat Banten tersebut tidak terlepas dari pembenahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama para pelaku pariwisata. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari peningkatan pelayanan hingga pembinaan pelaku usaha dan kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Menurut Andra, Provinsi Banten memiliki potensi wisata yang lengkap dan berdaya saing dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, mulai dari wisata pantai, gunung, air terjun (curug), laut, pulau, budaya, hingga wisata religi.
“Di sekitar Jakarta tidak ada potensi seperti Banten. Punya pantai, gunung, curug, laut, pulau, kebudayaan, hingga wisata religi; lengkap semuanya,” katanya.
Ia juga optimistis akses menuju kawasan wisata Anyer–Cinangka–Carita akan semakin baik seiring dengan segera rampungnya Jalan Tol Serang–Panimbang. Kehadiran investasi di sektor pariwisata dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat daya tarik wisata Banten.
“Alhamdulillah, dalam waktu dekat Tol Serang–Panimbang selesai sehingga akses ke sini akan semakin bagus,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan pentingnya kolaborasi dari seluruh pihak dalam membangun sektor pariwisata nasional. Pihaknya akan turut mendorong pengembangan desa wisata di kawasan penyangga Anyer, Cinangka, dan Carita agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi selain wisata pantai.
“Pesan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita ini bukan superman, melainkan superteam. Tidak mungkin negeri ini bisa maju kalau tidak berkolaborasi,” ujar Yandri.
Yandri menambahkan, keberadaan resor berskala internasional juga harus memberikan dampak bagi desa di sekitarnya. “Kita ingin orang yang menginap di Mövenpick tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga bisa berwisata ke desa-desa, menikmati budaya, kuliner, air terjun, dan potensi lainnya," tambahnya.
Sementara itu, Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia-Malaysia Adi Satria menyatakan bahwa Mövenpick Resort Carita menjadi resor Mövenpick kelima di Indonesia.
“Dengan dibukanya Mövenpick Resort Carita, kami yakin akan semakin memperkuat kehadiran Accor di destinasi-destinasi pesisir di Indonesia,” ucap Adi.
Adi menjelaskan, Accor saat ini menaungi lebih dari 6.000 hotel dengan 40 merek di 110 negara. Sementara itu, Mövenpick telah berkembang di 40 negara dengan lebih dari 140 hotel dan resor.
General Manager Mövenpick Resort Carita Christophe Keramaris berharap kehadiran resor tersebut dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Banten secara keseluruhan. “Kami berharap Mövenpick dapat menjadi destinasi pilihan bagi wisatawan domestik maupun internasional,” tuturnya.
Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten, Forkopimda Kabupaten Serang, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
(ADV)
Bunda Literasi Tinawati Andra Soni mengajak anak-anak di Provinsi Banten untuk mulai membangun budaya dan tradisi membaca sejak dini melalui kegiatan mendongeng. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat literasi dan melestarikan cerita rakyat daerah.
Hal itu disampaikan Tinawati saat membuka semifinal Festival Storytelling “Suara Nusantara 2026” di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Sabtu (16/5/2026).
“Alhamdulillah, hari ini saya sangat bangga dan bahagia karena bisa mengikuti kegiatan Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026,” katanya.
“Tentu saja ini adalah upaya kita bersama dalam memperkuat budaya literasi. Kemudian, kita juga sekaligus mewariskan cerita rakyat, khususnya di Provinsi Banten, yang jumlahnya sangat banyak,” ungkapnya menambahkan.
Tinawati mengatakan, kegiatan mendongeng menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan minat baca dan memperkuat literasi anak sejak usia dini melalui tradisi bertutur.
“Harapannya tentu saja yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan minat baca, kemudian memperkuat literasi anak-anak kita sejak dini, dan ini juga melalui tradisi bertutur,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari komunitas, sekolah, orang tua, guru, hingga masyarakat luas. Ia juga berpesan kepada anak-anak untuk mulai membiasakan budaya membaca melalui berbagai kegiatan positif, termasuk mendongeng.
“Kegiatan ini adalah upaya kita bersama. Jadi anak-anakku sekalian, adik-adikku, mari kita ikuti seluruh kegiatan dan rangkaian apa pun yang ada di Provinsi Banten," katanya.
Sementara itu, Managing Director Suara Nusantara Fest Cahaya Manthovani mengatakan peserta Festival Storytelling dari Provinsi Banten tahun ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Ia berharap kegiatan Suara Nusantara dapat terus menjangkau berbagai daerah di Indonesia sebelum nantinya dilombakan pada tingkat nasional.
“Luar biasa sekali. Saat saya melihat videonya di Instagram, cara penyampaiannya lebih ekspresif dan saya merasa justru harus lebih banyak belajar dari mereka semua,” katanya.
“Iya, kita mau per daerah dulu, nanti baru dinasionalkan khusus untuk cerita-cerita rakyat,” katanya menambahkan.
(Adv).
| BPKSDM Kabupaten Pandeglang, Melakukan Kunjungan Kerja Ke BPKSDM Kota Serang, Selasa (12/05/2026). |
SERANG – Penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Serang mulai menjadi rujukan daerah lain di Provinsi Banten. Sistem yang telah diterapkan Pemerintah Kota Serang itu kini dipelajari oleh BKPSDM Kabupaten Pandeglang.
BKPSDM Kabupaten Pandeglang melakukan kunjungan kerja ke BKPSDM Kota Serang, Selasa (12/5). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari penerapan manajemen talenta yang dinilai lebih dulu berjalan di Kota Serang.
Kepala BKPSDM Kota Serang, Murni, mengatakan pihaknya membuka ruang berbagi pengalaman kepada daerah lain yang sedang mempersiapkan penerapan manajemen talenta.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari kebijakan nasional sehingga pemerintah daerah perlu mempercepat implementasinya agar berjalan sesuai aturan.
“Kami menjelaskan bagaimana penerapan manajemen talenta di Kota Serang. Harapannya, daerah-daerah di Provinsi Banten bisa segera menerapkan sistem ini dan tidak mengalami kendala,” ujarnya.
Murni mengatakan, Kota Serang saat ini menjadi salah satu daerah rujukan di Banten terkait penerapan manajemen talenta. Bahkan, sejumlah daerah lain di luar Banten mulai melakukan konsultasi ke BKPSDM Kota Serang.
“Kami memang diminta berbagi pengalaman oleh BKN Kanreg Bandung agar daerah-daerah di wilayah kerja bisa lebih cepat menerapkan manajemen talenta,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Pandeglang, Tb Ahmad Juaeni, mengatakan pihaknya datang ke Kota Serang untuk mempelajari seluruh tahapan penerapan manajemen talenta.
“Kami datang ke Kota Serang untuk berguru terkait penerapan manajemen talenta. Kami ingin tahapan yang dilakukan sesuai aturan dan tidak loncat-loncat,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Pandeglang sebenarnya sudah menyelesaikan beberapa tahapan awal. Namun, pihaknya masih membutuhkan pembelajaran dan pendampingan agar implementasi manajemen talenta dapat berjalan maksimal.
Dalam kunjungan tersebut, BKPSDM Kabupaten Pandeglang mempelajari berbagai proses mulai dari penyusunan tahapan, pemetaan pegawai, sistem penilaian, hingga mekanisme pendampingan penerapan manajemen talenta.
“Kami ingin prosesnya lebih matang. Mudah-mudahan dalam waktu satu bulan tahapan yang ada bisa segera selesai sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal,” ucapnya. (Adv)
| Kepala BKN Memberikan Apresiasi Kepada Walikota Serang Budi Rustandi. |
SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal itu mendapat apresiasi langsung dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, yang menyebut Kota Serang sebagai daerah kabupaten/kota pertama di Provinsi Banten yang menerapkan sistem tersebut.
Zudan mengatakan, penerapan manajemen talenta menjadi langkah strategis dalam menciptakan birokrasi profesional, objektif, dan bebas dari intervensi politik. Menurutnya, sistem ini memungkinkan penempatan pejabat dilakukan murni berdasarkan kinerja dan kompetensi terbaik.
“Manajemen talenta ini gunanya untuk memilih pejabat secara objektif, berdasarkan kinerja terbaik, guna menjalankan visi dan misi kepala daerah. Ini sangat penting untuk menghindarkan intervensi politik dan mendorong profesionalisme birokrasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejak pengelolaan manajemen talenta dialihkan ke BKN, Provinsi Banten menjadi provinsi pertama yang menerapkan sistem tersebut secara terintegrasi. Sementara Kota Serang menjadi kabupaten/kota pertama di Banten yang secara resmi mengimplementasikannya.
“Kami menargetkan tahun ini 100 persen kabupaten dan kota di Provinsi Banten sudah menerapkan manajemen talenta. Bahkan, ini bisa menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang seluruh wilayahnya menerapkan sistem ini,” ujarnya.
Zudan menambahkan, manajemen talenta berbasis sistem digital ini juga memberikan banyak keuntungan, mulai dari efisiensi waktu hingga penghematan anggaran.
Proses pemilihan pejabat yang biasanya memakan waktu lama dan biaya besar, kini dapat dilakukan lebih cepat dan transparan.
“Pengawasannya by system. Kita menggunakan ASN Digital dan SIMATA. Semua pergerakan karier ASN bisa dimonitor langsung oleh BKN. Ini jauh lebih efisien dan biayanya juga sangat hemat,” jelasnya.
Sementara itu, Walikota Serang, Budi Rustandi menyampaikan, penerapan manajemen talenta menjadi bagian dari komitmen Pemkot Serang dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kinerja.
“Ke depan, ukuran birokrasi kita adalah kinerja. Ini sangat penting bagi kepala daerah yang ingin pemerintahannya bersih, birokrasi yang baik, serta pelayanan publik yang semakin optimal,” ujar Budi.
Ia juga menegaskan, selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, sistem manajemen talenta diyakini mampu membuat tata kelola pemerintahan lebih efektif dan efisien, termasuk dari sisi pembiayaan.
“Dengan sistem ini, birokrasi akan lebih efisien dan transparan, serta berdampak langsung pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (ADV)
Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Melepas Calon Jamaah Haji Kloter 13 Asal Kabupaten Pandeglang.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah melepas jemaah haji Kloter 13 asal Kabupaten Pandeglang pada Sabtu dini hari (9/5/2026). Pelepasan ditandai dengan pemberian bendera Merah Putih kepada ketua rombongan, didampingi Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.
Dalam sambutannya, Dimyati mengatakan ibadah haji merupakan ibadah yang penuh tantangan. Ibadah haji memerlukan biaya besar dan kondisi fisik yang prima.
"Tidak sembarang orang bisa berhaji. Manfaatkan kesempatan ini untuk benar-benar beribadah," kata Dimyati.
Dimyati berharap para jemaah haji mendapatkan predikat haji mabrur. Untuk itu, ia menyampaikan pesan kepada jemaah agar menjalankan ibadah dengan khusyuk disertai bekal ilmu. Ia juga memberikan tips agar tidak terburu-buru untuk segera menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
"Jamaah harus jaga kesehatan untuk bisa melaksanakan seluruh rangkaian haji," katanya.
Selanjutnya, Dimyati berpesan agar para jemaah disiplin. Mereka diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk disiplin waktu.
"Setiap melaksanakan rangkaian haji, upayakan tepat waktu," pesan Dimyati.
Sementara itu, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani berpesan agar jemaah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ia juga meminta para jemaah menjaga nama baik Kabupaten Pandeglang.
"Tunjukkan bahwa masyarakat dari Kabupaten Pandeglang adalah masyarakat yang santun, religius, ramah, dan juga penuh kepedulian," pesan Dewi.
Jemaah Kloter 13 asal Kabupaten Pandeglang berjumlah 388 jemaah. Terdiri atas 164 laki-laki, 216 perempuan, dan 8 tim pembimbing ibadah haji.
(Red).