Pemerintahan
pemerintahan/block-3
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Hadiri Halalbihalal Keluarga Besar KSPSI Indonesia, Di KMK Global Sport, Kawasan Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang. |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah berpesan kepada serikat buruh untuk memperkuat persatuan dan hubungan industrial. Harmonisasi itu penting dilakukan agar iklim investasi di Banten tetap terjaga baik di tengah kondisi eskalasi dunia yang cukup tinggi.
Hal itu dikatakan Dimyati saat menghadiri acara halalbihalal keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Indonesia pimpinan Andi Gani Nena Wea (AGN) di KMK Global Sport, Kawasan Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/6/2026). Hadir Ketua Dewan Penasehat KSPSI AGN Jendral Listyo Sigit Prabowo, Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea bersama jajaran, Chief Operating Officer (COO) PT KMK Global Sport Jimmy Syang, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki serta Bupati Tangerang Maesyal Rosyid.
Menurut Dimyati, dengan harmonisasi antara pekerja dengan pengusaha, maka berbagai persoalan hubungan industrial bisa diselesaikan dengan baik dan saling menguntungkan. Industri tetap beroperasi dan para buruh bisa bekerja dengan baik.
"Insya Allah, Banten ini saya pastikan daerah yang ramah terhadap investor. Bahkan berbagai kemudahan dan kecepatan perizinan sudah kita lakukan," katanya.
Kemudian, Pemprov Banten juga menurutnya sedang fokus bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan dengan sumber daya unggul dan kompetitif. Hal itu tentunya bisa terwujud dengan kolaborasi yang kuat, tidak hanya pada tataran tripartit.
"Tetapi sinergi dengan jajaran TNI dan Polri juga sangat dibutuhkan dalam menjaga Kamtibmas," pungkasnya.
Ketua Dewan Penasehat KSPSI AGN yang juga Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para pekerja serta membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Terkait dengan kondisi situasi global, Listyo menekankan agar seluruh anggota KSPSI untuk bisa menjaga iklim investasi di Indonesia melalui sinergitas yang baik antara pekerja dengan industri.
"Kalau ada persoalan, selesaikan dengan baik-baik. Bicara bersama," katanya.
Terakhir Listyo mengatakan jika Presiden Prabowo akan hadir langsung pada momen perayaan Hari Buruh (May Day) yang dipusatkan di Monas nanti bersama ratusan ribu pekerja dari berbagai serikat.
"Saya juga mengajak kepada kalangan industri agar ikut serta meramaikan May Day sebagai bentuk perayaan bersama. Kami ingin buktikan jika hubungan antara pekerja dengan pengusaha di Indonesia itu terjalin dengan baik," ucapnya.
Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea menambahkan, selain hadir pada acara Hari Buruh nanti, Presiden Prabowo juga akan meresmikan monumen Marsinah sebagai sebuah bentuk penghargaan terhadap perjuangan serikat pekerja dan buruh.
"Termasuk juga nanti beliau akan menyampaikan kabar baik yang menjadi angin segar bagi pekerja dan buruh," katanya.
(Adv).
| Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten Melakukan Press Conference Pengungkapan Kasus Pidana Penyalahgunaan LPG Bersubsidi 3 KG Di Kabupaten Lebak. |
Serang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten melalui Subdit IV Tipidter berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan LPG bersubsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Lebak.
Pengungkapan tersebut disampaikan oleh Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Bronto Budiyono didampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Dhoni Erwanto serta Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten AKBP Meryadi.
AKBP Bronto Budiyono menjelaskan bahwa kasus ini terungkap pada Selasa, 14 April 2026 di Kampung Pasir Waru, Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak. “Kami berhasil mengamankan tiga orang tersangka berinisial AR (36), KR (25), dan AZ (24) yang melakukan penyalahgunaan LPG subsidi 3 kg dengan cara memindahkan isi gas ke tabung LPG 12 kg,” ujar Bronto saat Press conference pada Rabu (15/04).
Dijelaskan bahwa praktik ilegal tersebut telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan di sebuah gudang pangkalan LPG milik tersangka AR. Dalam sehari, para pelaku mampu memproduksi sekitar 80 tabung LPG 12 kg hasil pemindahan ilegal.
“Modus operandi para pelaku adalah dengan memindahkan isi dari empat tabung LPG 3 kg ke dalam satu tabung LPG 12 kg, kemudian dijual dengan harga non-subsidi. Mereka membeli LPG 3 kg seharga Rp16.000 per tabung dan menjual LPG 12 kg seharga Rp120.000 per tabung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bronto menyampaikan bahwa LPG 3 kg tersebut berasal dari jatah pangkalan milik tersangka sendiri, sehingga penyalahgunaan ini berdampak langsung terhadap distribusi LPG subsidi bagi masyarakat yang berhak.
Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp626.342.400.
Sementara itu, Kompol Dhoni Erwanto menambahkan bahwa peran masing-masing tersangka berbeda. “Tersangka AR berperan sebagai pemilik pangkalan sekaligus pelaku penyuntikan gas, sedangkan KR dan AZ bertugas sebagai sopir dan kenek yang mendistribusikan LPG hasil oplosan tersebut,” ungkap Dhoni.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua unit kendaraan, alat suntik regulator, alat suntik jenis tombak, timbangan, serta ratusan tabung LPG 3 kg dan 12 kg.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.
Di tempat yang sama, AKBP Meryadi menyampaikan bahwa Polda Banten berkomitmen untuk terus mengawasi distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik penyalahgunaan LPG subsidi dan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi pelanggaran,” tutupnya. (Bidhumas).
(Adv).
| Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Memberikan Sambutan Saat Resmikan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Merah Putih Persisi Polres Serang, Di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Rabu, (15/04/2026). |
Serang – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meresmikan Ground Breaking Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Polres Serang yang dilaksanakan di Kp. Sadea RT 011/005, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang pada Rabu (15/04).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Ketua Umum MUI Provinsi Banten A. Bazari Syam, para Pejabat Utama Polda Banten, Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan, serta unsur Muspika Kecamatan Jawilan.
Peresmian pembangunan jembatan ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta menunjang aktivitas masyarakat.
Dalam sambutannya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis, mengingat Kampung Sadea, Desa Pasir Buyut, Kecamatan Jawilan merupakan wilayah yang terpisah oleh sungai sehingga akses masyarakat selama ini sangat terbatas dan menjadi satu-satunya jalur penghubung antar kampung. “Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program prioritas pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada percepatan konektivitas wilayah, peningkatan keselamatan, serta kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Kapolda.
Kapolda menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi strategis bagi masa depan masyarakat. “Pembangunan ini adalah investasi bagi anak-anak kita, agar mereka dapat mengakses pendidikan dengan lebih aman, mudah, dan layak. Ini juga merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan solusi atas kebutuhan dasar, khususnya aksesibilitas, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Polri Presisi, yaitu prediktif, responsif, serta transparansi berkeadilan.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai problem solver bagi masyarakat. Saya mengapresiasi jajaran Polres Serang dan seluruh pihak yang telah berinisiatif serta berkolaborasi dalam merencanakan pembangunan ini,” tambah Kapolda.
Mengakhiri sambutannya, Kapolda berharap pembangunan ini menjadi awal dari harapan baru bagi masyarakat serta mengajak seluruh pihak untuk turut mengawal proses pembangunan. “Groundbreaking ini menjadi simbol dimulainya harapan baru bagi masyarakat. Untuk itu, saya mengajak seluruh pihak agar bersama-sama mengawal pembangunan ini hingga selesai, serta menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun demi kepentingan bersama,” tutupnya. (Bidhumas).
(Adv).
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Bertanding Catur Saat Hadiri Halal Bihalal Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon. |
Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur tahun 2026. Menurutnya, pemerintah daerah sudah menganggarkan agar Banten menjadi tuan rumah.
"Pemprov Banten sudah menganggarkan untuk Kejurnas Catur tahun 2026," kata Dimyati saat menghadiri halal bihalal Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cilegon di Restoran Istana Sari Galuh Cilegon, Kota Cilegon. Minggu (12/4/2026).
Dimyati mengatakan, Percasi harus menjadi penyelenggara tuan rumah yang ramah saat penyelenggara Kejurnas. Ia ingin momentum ini menjadikan olahraga catur yang semakin digemari masyarakat.
"Maka dimasyarakatkan olahraga catur supaya mendidik anak, terutama anak-anak usia dini. Mendidik anak usia dini itu sangat penting karena mereka usia emas," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Percasi Kota Cilegon Hasan Saidan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wagub Dimyati pada acara silaturahmi dan halal bihalal Percasi. Dimyati dinilai sebagai kepala daerah yang peduli pada olahraga catur.
"Terima kasih sudah hadir dan memeriahkan acara ngeround bareng," ujarnya.
(Adv).
Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Menyerahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Kepada Siswa SMKN 2 Pandeglang.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni berpesan kepada para siswa agar jangan sampai terjadi perundungan (bullying) kepada teman. Kondisi tertentu pada teman tidak boleh menjadi bahan perundungan di sekolah.
“Kita berharap tidak ada lagi sekolah yang terindikasi kekerasan anak-anak kita. Sekolah harus bisa merepresentasikan lingkungan yang ramah anak,” kata Tinawati pada kegiatan PKK Mengajar di SMKN 2 Pandeglang, Senin (13/4/2026).
Kegiatan PKK Mengajar kali ini menyampaikan materi pembelajaran tentang berkomunikasi yang baik dengan orang tua, dalam pergaulan, serta wirausaha.
“Program PKK Mengajar wujud kepedulian dalam mendukung pendidikan kepada generasi muda dalam pendidikan non-formal,” jelas Tinawati.
Menurut Tinawati, TP PKK Provinsi Banten ingin berkontribusi memberikan pendidikan kepada calon ibu dan bapak di masa depan. PKK merupakan mitra strategis pemerintah juga menjadi wadah para ibu rumah tangga untuk lebih berdaya.
“Kalian adalah kader-kader PKK di masa mendatang. Kami juga dulunya bersekolah dan punya cita-cita,” katanya.
Tinawati juga berpesan kepada siswa untuk tekun belajar karena pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Para siswa harus selalu memelihara harapan dan jangan sampai terjadi perundungan di sekolah. Mereka harus mampu mengontrol atau membatasi diri dalam pergaulan, serta penggunaan media sosial dengan baik, untuk informasi-informasi yang baik.
"SMKN 2 Pandeglang menjadi salah satu sasaran program karena kesiapan SMKN 2 Pandeglang dalam mendukung pendidikan kepada generasi muda,” ucap Tinawati.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Pandeglang Ade Firdaus mengatakan, saat ini siswanya berjumlah 1.800 anak. Sekolah menyelenggarakan delapan program keahlian. SMKN 2 Pandeglang juga merupakan salah satu model SMK di Provinsi Banten dalam penerapan Kurikulum Pembelajaran Mendalam atau deep learning.
"SMKN 2 Pandeglang juga telah memanfaatkan energi hijau atau berkelanjutan dengan memanfaatkan panel sinar matahari (solar cell) dengan kapasitas maksimal 25 kWh," ujarnya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan itu Tinawati meninjau dan menyapa para siswa di laboratorium atau ruang praktikum jurusan teknik komputer dan jaringan, perpustakaan sekolah, pengolahan hasil pertanian, otomotif, agribisnis hortikultura, listrik, dan aula utama sekolah.
(Adv).
| Staf Ahli Gubernur Zaenal Mutaqin, Menyambut 12 Diplomat Dari Berbagai Negara, Di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu, (11/04/2026). |
Sebanyak 12 perwakilan berbagai negara sahabat berkeliling lokasi wisata di Pulau Lima, Kabupaten Serang. Kegiatan bertajuk Diplomat Trip itu dilakukan untuk mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Provinsi Banten.
Usai berkeliling dan menikmati lokasi wisata, mereka disambut oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Zaenal Mutaqin di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang. Sabtu (11/4/2026). Ia menyambut baik atas kegiatan yang memperkenalkan potensi daerah ke berbagai perwakilan negara lain.
"Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten hari ini menerima kunjungan 12 perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang mengikuti kegiatan Diplomat Trip ke Pulau Lima," kata Zaenal.
Kegiatan Diplomat Trip tahun ini dihadiri oleh enam duta besar. Kegiatan menjadi kesempatan agar Provinsi Banten dikenal oleh dunia.
“Pulau Lima yang merupakan destinasi baru di Provinsi Banten, mudah-mudahan juga semakin mengukuhkan Banten sebagai destinasi unggulan di Indonesia,” terangnya.
"Semoga semakin banyak turis yang datang, khususnya dari negara-negara sahabat yang berkunjung," ujarnya menambahkan.
Sementara, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Banten Ika Sri Erika mengatakan, kegiatan Diplomat Trip tahun ini merupakan event keempat yang telah diselenggarakan. Diplomat yang hadir terdiri oleh 12 perwakilan kedutaan besar negara sahabat yaitu Suriah, Belarus, Iran, Bosnia, Ethiopia, Sudan, Rusia, Amerika Serikat, Rumania, Serbia, Palestina dan Korea Utara.
"Diplomat Trip ini dapat mengenalkan destinasi wisata yang ada di Provinsi Banten," katanya.
Sementara itu, duta besar Republik Sudan untuk Republik Indonesia H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali, mewakili kolega para diplomat, mengucapkan terima kasih atas sambutan dan jamuan yang diberikan oleh Pemprov Banten. Mereka tersanjung dengan keindahan daerah ini. Termasuk dengan masyarakatnya yang ramah.
"Ini saat yang luar biasa bagi kami untuk berada di tempat yang indah ini, mendapatkan keindahan Indonesia. Provinsi Banten tempat yang unik dan indah," katanya.
(Adv).
Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Hadiri Festival Kebaya Di Mall Of Serang, Sabtu (11/04/2026).
Suasana berbeda tampak di Mall of Serang, Sabtu (11/4/2026), ketika deretan ibu-ibu berkebaya anggun berjalan mengelilingi area pertokoan. Kehadiran mereka menghadirkan nuansa budaya di tengah ruang publik modern yang biasanya identik dengan gaya hidup urban dan aktivitas belanja.
Parade kebaya tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dengan menghadirkan kebaya di ruang-ruang publik kekinian. Mall sebagai pusat aktivitas masyarakat menjadi panggung baru bagi kebaya untuk terus dikenal, diapresiasi, dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Kehadiran perempuan berkebaya yang berkeliling di antara pengunjung dan tenant mall itu sekaligus menjadi simbol bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan. Momen tersebut juga menarik perhatian pengunjung yang berhenti sejenak untuk menyaksikan parade budaya yang jarang ditemui di pusat perbelanjaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan visual yang menarik, tetapi juga menjadi bentuk sosialisasi budaya yang efektif, karena pesan pelestarian kebaya tersampaikan secara langsung di ruang publik tanpa sekat formal.
Ketua Umum Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Provinsi Banten, Ratu Ina Nurul Ainayah, mengatakan bahwa gerakan berkebaya merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya bangsa di tengah arus modernisasi sekaligus memperkuat ruang ekspresi perempuan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kebaya bukan hanya simbol busana tradisional, tetapi juga representasi nilai-nilai perjuangan, kelembutan, dan kekuatan perempuan Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Kebaya adalah identitas. Di dalamnya ada sejarah, ada nilai, dan ada jati diri perempuan Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Menurutnya, menghadirkan kebaya di ruang publik seperti mall menjadi strategi penting agar budaya tidak hanya berhenti di acara seremonial, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat modern.
“Ketika kebaya hadir di ruang publik, kita sedang membawa budaya keluar dari batas seremoni dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam gerakan pelestarian budaya ini agar kebaya tetap lestari dan tidak kehilangan makna di masa depan.
“Anak-anak muda harus ikut terlibat, karena merekalah yang akan melanjutkan cerita kebaya ini ke depan,” tambahnya.
“Untuk para perempuan Banten, mari kita cintai Indonesia dengan berkebaya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa parade budaya ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.
“Parade budaya ini sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh perempuan di Banten untuk terus memperkuat peran dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal.
“Mari kita terus bergerak bersama, memperkuat peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan daerah, dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kearifan lokal,” lanjutnya.
Tinawati menambahkan, semangat Kartini harus menjadi inspirasi untuk melahirkan perempuan yang tangguh, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Semoga semangat Kartini senantiasa menginspirasi kita semua untuk menjadi perempuan yang tangguh, berdaya, dan berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Banten berharap kebaya tidak hanya hadir pada acara adat atau seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup berbudaya masyarakat, sekaligus memperkuat posisi budaya lokal di ruang publik modern.
(Adv).