Pemerintahan
pemerintahan/block-3
| Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Provinsi Banten Tahun 2026, Digelar Di Aula Inspektorat Provinsi Banten, KPEB, Curug, Kota Serang, Senin, (02/02/2026). |
Sekretaris Daerah (Sekda) Deden Apriandhi meminta penguatan pencegahan korupsi dijalankan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten. Implementasinya harus diterapkan dalam tata kelola pemerintahan oleh setiap pegawai, mulai dari pimpinan hingga ke staf.
“Persepsi kita bukan hanya keluar dari zona merah, tetapi bagaimana pencegahan korupsi ini betul-betul dijalankan dan menjadi budaya kerja di OPD,” kata Deden saat menggelar Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Provinsi Banten Tahun 2026 di Aula Inspektorat Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (2/2/2026).
Dalam arahannya, Deden menyampaikan bahwa Pemprov Banten telah menerima surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 23 Januari 2026 terkait hasil reviu dan evaluasi sejumlah area pencegahan korupsi. Evaluasi tersebut menjadi dasar tindak lanjut dan rencana aksi yang harus dilaksanakan pada tahun 2026.
“Harapan Bapak Gubernur jelas, kita jangan terlena dengan nilai yang sudah dicapai. Kalau masih bisa dimaksimalkan, maka harus kita maksimalkan. Masih ada beberapa indikator yang nilainya di bawah 80 dan itu menjadi fokus kita ke depan,” ungkapnya.
Deden menyampaikan bahwa masih ada sejumlah area yang menjadi perhatian dan harus menjadi konsentrasi bersama. Sistem pencegahannya harus diperketat, yaitu di bagian pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, manajemen ASN, serta penguatan pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI). Termasuk soal optimalisasi pendapatan daerah.
Pada pengelolaan aset, Ia melihat ada proses administrasi yang panjang dan membutuhkan kehati-hatian. Deden bahkan mencontohkan ada satu OPD yang memiliki ratusan aset, namun baru sebagian kecil yang tersertifikasi.
“Progres selalu ada setiap tahun. Tapi memang proses verifikasi dan klarifikasinya sangat rigid. Kita harus hati-hati agar tidak menimbulkan gugatan dari masyarakat. Prinsipnya pemerintah memberikan pelayanan, bukan mengambil hak masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Inspektur Daerah Provinsi Banten Sitti Ma’ani Nina mengatakan rapat koordinasi digelar dengan tujuan menyamakan persepsi seluruh OPD dalam menindaklanjuti rekomendasi KPK. Termasuk untuk menyusun rencana aksi pencegahan korupsi tahun 2026.
Menurutnya, berdasarkan penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) oleh KPK, Provinsi Banten memperoleh nilai 89 dan berada di peringkat ke-8 nasional. Dari delapan area penilaian, terdapat lima area prioritas yang harus ditindaklanjuti pada tahun 2026.
“Lima area prioritas tersebut meliputi manajemen ASN, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI), serta area optimalisasi pendapatan daerah,” ujarnya.
Nina juga menyampaikan bahwa nilai SPI mengalami peningkatan dari zona merah ke zona kuning, yakni dari 71 menjadi 73. Namun, masih perlu terus ditingkatkan agar mencapai kategori hijau.
“Arahan Pak Sekda jelas, seluruh tindak lanjut harus segera dilakukan, tidak menunggu waktu. OPD diminta aktif menyiapkan langkah teknis, mulai dari pelaporan, pemutakhiran data, hingga rencana aksi yang konkret,” pungkasnya.
(Adv).
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah memiliki cara tersendiri untuk menjaga soliditas sosial dengan masyarakat. Bentuknya dengan kehadiran dalam kegiatan lomba mancing dan catur komunitas di Kolam Pemancingan Saung Hejo, Kampung Sindang Adipati, Kadomas, Kabupaten Pandeglang, Minggu (1/2/2026).
Di acara tersebut, Dimyati menilai kegiatan komunitas seperti lomba mancing dan catur bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi ruang memperkuat hubungan sosial dan kekeluargaan antaranggota masyarakat.
“Ini bukan hanya lomba, tetapi kebersamaan dan kekeluargaan. Ruang untuk saling bertemu, bersilaturahmi, dan menjaga kekompakan,” ujar Dimyati, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten Irna Narulita.
Menurutnya, baik mancing maupun catur punya filosofi yang relevan dengan pembangunan karakter. Dua aktivitas ini mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan perhitungan matang.
“Mancing dan catur sama-sama melatih kesabaran dan keteguhan hati. Kesabaran dan semangat menjadi modal untuk meraih keberhasilan,” katanya.
Dimyati mengatakan, komunitas yang kuat lahir dari rasa persaudaraan dan sikap saling merangkul. Ia mengajak seluruh elemen menjaga komitmen, tidak merugikan sesama, serta menghindari sikap iri dan kesombongan.
“Komunitas akan tumbuh baik jika merasa sebagai keluarga. Semua harus dirangkul. Jangan sombong karena jabatan, kekayaan, atau kedudukan. Kekuatan itu lahir dari kebersamaan,” tegasnya.
Ketua Pelaksana kegiatan Wawan mengatakan, lomba mancing dan catur digelar sebagai inisiatif komunitas untuk menghadirkan kegiatan positif yang melatih ketenangan berpikir dan kebersamaan lintas daerah.
“Kegiatan ini diikuti komunitas dari delapan kabupaten/kota. Tujuannya membangun aktivitas positif dan mempererat jejaring komunitas,” ujarnya.
Wawan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Wagub Dimyati terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut, termasuk kontribusi penyediaan ikan lomba dan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat setempat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan bapak wagub. Untuk kegiatan ini disiapkan sembako untuk masyarakat, dua setengah kuintal ikan untuk lomba. Kami juga menyatakan dukungan terhadap pembangunan dan kebijakan Pemerintah Provinsi Banten,” katanya.
(Adv).
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Membuka Dan Menyaksikan Kejuaraan Nasional Tinju BERC Championship Series Tahun 2026, Di Kota Cilegon, Sabtu Malam, (31/01/2026). |
Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah meminta Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Banten untuk memperbanyak pertandingan, eksibisi, atau festival tinju. Hal ini ia sampaikan saat membuka dan menyaksikan beberapa partai Kejuaraan Nasional Tinju BERC Championship Series Tahun 2026 di Kota Cilegon, Sabtu (31/1/2026) malam.
"Olahraga tinju sangat baik untuk jiwa dan raga para atletnya," kata Dimyati.
Dimyati menyarankan pertandingan itu diselenggarakan dari usia muda. Menurutnya, pertandingan di kejuaraan menjadi penting untuk mencari bibit petinju, melatih diri, dan evaluasi terhadap prestasi para atlet. Selain itu, pertandingan resmi berfungsi menyalurkan bakat dan meredam sifat-sifat negatif remaja.
"Daripada anak-anak kita tawuran, kita sediakan arenanya di ring tinju," ungkap Dimyati.
Dimyati menyebutkan, prestasi atlet tinju asal Provinsi Banten juga cukup membanggakan. Olahraga tinju lebih memasyarakat karena juga memiliki manfaat baik.
"Atlet tinju asal Banten sudah ada yang bisa berhasil menyabet juara Asia," katanya.
Menurutnya, tinju itu membangun kedisiplinan diri termasuk pengendalian emosi. Peraturan tinju menjadikan atlet untuk tidak sembarangan saat pertandingan. Di situlah menurutnya kontrol atas emosi diasah.
"Tahan menahan emosi, tinju tidak boleh menggigit, tidak boleh menendang, itu salah satu aturannya," kata Dimyati.
Kemudian, tinju juga membangun mental bagi para atletnya. Saat terjatuh, mereka harus bertarung melawan diri sendiri agar bangkit dan pantang menyerah.
"Seorang petinju adalah pemberani. Tinju juga membangun sportivitas dan strategi pribadi. Strategi melawan dengan aturan-aturan," katanya.
Oleh sebab itu, Dimyati menekankan perlu ditumbuhkan berbagai event atau pertandingan dari segala usia. Baik pertandingan berskala lokal, regional, nasional, bahkan internasional.
"Melalui pertandingan-pertandingan, kita juga bisa melihat kekuatan diri kita dan daerah lain," katanya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Pertina Provinsi Banten Verry Yugangga menyatakan, pihaknya terus menyelenggarakan berbagai event atau pertandingan, baik di Provinsi Banten atau mengikutsertakan peserta dalam kejuaraan-kejuaraan nasional dan internasional. Ia juga selalu koordinasi dengan pengurus Pertina di kabupaten/kota dan pengurus pusat untuk berbagi informasi pertandingan.
"Baik untuk proses pencairan bibit atau untuk meningkatkan prestasi."ujarnya.
Verry mengatakan, prestasi tinju Banten sudah cukup membanggakan. Salah satu atlet tinju dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten, Mars De Volta, berhasil menyabet Juara II pada Youth Asia Championship.
"Dan, untuk level-level kejurnas, Banten sudah banyak menorehkan prestasi," ungkap Verry.
(Adv).
| Gubernur Banten Andra Soni, Menandatangani Prasasti Masjid Assa' Adah, Saat Meresmikan Masjid Assa' Adah Di Kalurahan Lebakwangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Pada Sabtu, (31/01/2026). |
Gubernur Banten Andra Soni sampaikan apresiasi atas kekompakan dan sikap gotong royong warga dalam merenovasi Masjid Assa’adah yang telah berdiri sejak 1933. Dirinya mengajak untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan masyarkat.
Hal itu disampaikan oleh Andra Soni saat meresmikan Masjid Assa’adah di Kelurahan Lebakwangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Sabtu (31/1/2026) malam.
“Alhamdulillah, malam ini saya bersama Forkopimcam Walantaka menghadiri peresmian renovasi Masjid Assa’adah. Ini menandakan betapa kompaknya warga. Masjid tua yang didirikan oleh para sesepuh, hari ini direnovasi oleh anak-anak mudanya dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ungkap Andra Soni.
Selanjutnya, Andra Soni menuturkan renovasi Masjid Assa’adah telah selesai dengan sangat baik, meskipun masih terdapat beberapa pekerjaan lanjutan yang perlu diselesaikan.
“Mudah-mudahan semua diberikan rezeki dan kelancaran sehingga niat baik warga dapat tercapai dengan sempurna,” katanya.
Menurut Andra Soni, peresmian renovasi Masjid Assa’adah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan masyarakat.
“Masjid bukan sekadar bangunan fisik, tetapi tempat penguatan hubungan kita kepada Allah SWT sekaligus sarana membangun hubungan sosial antar sesama manusia,” imbuhnya.
Andra Soni juga menegaskan Pemprov Banten berkomitmen untuk menjadikan iman dan takwa sebagai landasan utama dalam pelaksanaan pembangunan di seluruh sektor. Salah satunya dalam pembinaan generasi muda yang juga harus mendapatkan perhatian semua pihak.
“Contohnya pembinaan pada remaja masjid. Saya melihat remaja masjid ini luar biasa dan ini menandakan pembinaan generasi muda di sini berjalan,” ucapnya.
Ditambahkan, pembinaan tersebut harus dilaksanakan dengan maksimal dan mampu menjadikan generasi yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Remaja Islam Masjid Assa’adah, Wahyudin, menyampaikan renovasi masjid tersebut telah berlangsung selama 7 bulan dengan tingkat capaian 80 persen dari yang direncanakan.
“Alhamdulillah, semoga kita semua mendapatkan keberkahan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Penasihat Remaja Masjid, Saipulloh Jueng, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang bersama-sama menyukseskan pembangunan tersebut sehingga dapat terwujud.
“Terima kasih kepada panitia dan warga yang telah menginisiasi ini. Kegiatan ini juga dirangkai dengan Isra Mi’raj. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi untuk selalu meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan itu Andra Soni memberikan bantuan sebesar Rp50.000.000 dan UPZ Baznas Provinsi Banten sebesar Rp10.000.000 untuk membantu renovasi Masjid Assa’adah di Kecamatan Walantaka.
(Adv).
Gubernur Banten Andra Soni, Mengunjungi Kediaman Handayani, Atlet Paralimpik Asal Kota Cilegon Yang Meraih Mendali Emas Pada Cabor Boccia Klasifikasi BC1 Di Ajang ASEAN Para Games 2026 Di Thailand.
Gubernur Banten Andra Soni, mengunjungi kediaman atlet paralimpik asal Kota Cilegon, Handayani, di Lingkungan Temuputih, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, pada Kamis (29/1/2026) malam. Kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi atas keberhasilan Handayani meraih medali emas cabang olahraga boccia klasifikasi BC1 pada ajang ASEAN Para Games 2026 di Thailand.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Syaukani.
Andra Soni menyampaikan bahwa Handayani merupakan satu-satunya atlet asal Provinsi Banten yang mewakili Indonesia pada ajang tersebut dan sukses mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih. Ia menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang untuk menorehkan prestasi di tingkat internasional.
“Mewakili masyarakat Banten, saya mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa bangga kami. Dengan segala keterbatasannya, Handayani mampu menjuarai kejuaraan antarbangsa di Thailand,” ujar Andra Soni.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan bahwa saat ini Handayani menduduki peringkat keempat dunia pada cabang olahraga boccia. Prestasi ini menjadi modal penting untuk menghadapi ajang-ajang besar mendatang.
“Target ke depan adalah menjaga posisi ini agar lolos ke Asian Para Games di Nagoya dan puncaknya pada Paralimpiade Los Angeles 2028. Mari kita doakan bersama agar langkahnya dimudahkan,” tuturnya.
Terkait dukungan pemerintah daerah, Andra Soni menjelaskan bahwa pembinaan atlet paralimpik secara teknis dikoordinasikan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Meski demikian, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus memberikan dukungan moral dan koordinasi yang intensif.
“Ini adalah hasil kerja keras NPCI. Namun, sebagai sesama warga Banten, saya sangat bangga atas pencapaian luar biasa ini,” tambah Gubernur.
Handayani, atlet kelahiran Cilegon, 5 Agustus 1996, merupakan sosok inspiratif yang juga mengutamakan pendidikan. Ia telah menyelesaikan studi sarjana (S1) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) pada tahun 2021.
Daftar prestasinya pun sangat panjang, mulai dari medali emas di Peparnas XVI 2021 Papua, medali di ASEAN Para Games Solo dan Kamboja, hingga medali perak pada Asian Para Games Guangzhou.
Sementara itu, Handayani menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan perhatian langsung dari Gubernur Banten. Baginya, dukungan ini menjadi tambahan motivasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Dukungan ini sangat berarti dan menjadi semangat bagi saya untuk terus berprestasi. Fokus saya saat ini adalah menjalani latihan intensif enam hari dalam seminggu, menjaga kondisi fisik, pola makan, hingga kesiapan mental agar lebih tenang saat bertanding,” kata Handayani.
Ia berharap perhatian dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, terhadap atlet paralimpik terus meningkat demi keberlanjutan prestasi olahraga di Indonesia.
(Adv).
| Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi. |
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melibatkan seluruh elemen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam persiapan pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Pelibatan lintas OPD tersebut untuk memastikan persiapan Provinsi Banten sebagai tuan rumah berskala nasional itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan rapat persiapan telah dilakukan secara berulang, baik melalui koordinasi antar-OPD maupun sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hingga saat ini, kesiapan pelaksanaan HPN 2026 dinilai mulai terlihat, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang memerlukan perhatian khusus.
“Sampai hari ini, persiapan Hari Pers Nasional sudah mulai terlihat. Namun ada beberapa hal yang memang perlu penekanan secara khusus,” ujar Deden saat memimpin rapat koordinasi persiapan HPN 2026 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, rangkaian HPN 2026 akan dimulai sejak 6 s.d 9 Februari 2026. Sejumlah kegiatan pendukung telah lebih dulu dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan.
Di setiap kegiatan itu, seluruh OPD dilibatkan dan bertanggung jawab mendampingi peserta dari provinsi tertentu. Skema pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan koordinasi lintas sektor serta pelayanan kepada peserta berjalan efektif.
“Seluruh OPD dilibatkan. Setiap OPD bertanggung jawab terhadap masing-masing provinsi di Indonesia,” kata Deden.
Selain OPD, masyarakat juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan HPN 2026, terutama agenda yang bersifat massal. Oleh karena itu, upaya publikasi kegiatan akan diperkuat agar partisipasi masyarakat dapat semakin luas.
“Kegiatan yang sifatnya massal seperti jalan santai dan acara di kabupaten/kota, masyarakat pasti dilibatkan,” ujarnya.
Deden berharap pelaksanaan HPN 2026 dapat menjadi momentum mempererat hubungan antara insan pers dan pemerintah. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi sarana memperkenalkan Provinsi Banten secara lebih luas di tingkat nasional.
“Melalui HPN ini, kita ingin memperlihatkan Provinsi Banten kepada tamu dari seluruh Indonesia. Harapannya, dampak lanjutannya dapat mendorong masuknya investasi dan meningkatkan perekonomian daerah,” tuturnya.
(Adv).
| Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Berharap Raperda Ekonomi Kreatif Yang Disetujui Dapat Menjadi Instrumen Pendukung Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Di Provinsi Banten. |
Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menilai persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi daerah. Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta terbukti resilien di tengah berbagai krisis ekonomi.
“Ekonomi kreatif adalah ekonomi yang berbasis pada inovasi, kreativitas, dan digitalisasi. Tujuannya bukan sekadar menciptakan lapangan kerja, melainkan juga menjaga budaya serta kearifan lokal Banten agar tetap lestari dan berdaya saing,” ujar Dimyati di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026).
Wagub berharap Raperda tersebut dapat menjadi instrumen pendukung bagi para pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Banten, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi yang kian masif.
"Regulasi ini juga diproyeksikan untuk mengangkat kearifan lokal, meningkatkan daya saing, serta memacu pertumbuhan ekonomi digital di wilayah Banten," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Komisi II DPRD Provinsi Banten, Asep Hidayat, menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif merupakan pilihan strategis untuk menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan struktur ekonomi.
“Provinsi Banten memiliki potensi besar yang bersumber dari kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, sumber daya manusia, serta posisi geografis yang strategis. Oleh karena itu, diperlukan regulasi daerah sebagai landasan hukum dan arah kebijakan pengembangan yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” jelas Asep.
Ia menambahkan bahwa penyusunan Raperda Pengembangan Ekonomi Kreatif ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas ketersediaan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing produk dan pelaku ekonomi kreatif.
“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mengangkat marwah budaya lokal Banten agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.
(Adv).